Startup: Barbershop yang Penuhi Kebutuhan Pria | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Startup: Barbershop yang Penuhi Kebutuhan Pria
Gading Perkasa | Works

Pergi ke barbershop sudah menjadi kebutuhan primer pria urban. Tentu saja demikian, sebab gaya rambut yang tidak maksimal bikin pria kurang percaya diri, bahkan cenderung susah menggaet wanita.

startup indonesia - male indonesia
Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Sayangnya, tak banyak barbershop di ibukota yang mampu memenuhi kebutuhan kaum adam. Oky Andries dan Fatsi Anzani menyadari hal itu, maka mereka berdua memutuskan membuka Chief Barber & Supplies Co. Pada tahun 2013.

“Saat itu, kami melihat bahwa belum ada barbershop yang benar-benar memenuhi standar. Bahkan saya sendiri masih potong rambut ke salon, tidak ke barbershop,” kata Oky kepada MALE Indonesia.

Mereka melihat, perhatian pria akan penampilan mulai tinggi namun tidak tahu mau potong rambut di mana. Dari situ, mereka belajar mendalam mengenai barbershop dan memulai bisnisnya, dengan mengacu pada gaya barber di Amerika.

“Formasi awal tim kami terdiri dari enam orang, dua founder, empat karyawan. Sekarang sudah semakin berkembang hingga 75 orang. Jumlah barbershop kami ada empat, seluruhnya di Jakarta Selatan,” tutur Oky.

“Saat membuka Chief Barber & Supplies Co., modal yang kami keluarkan tidak besar, 100 juta rupiah. Itu untuk biaya sewa dan set up interior,” tuturnya lagi.

Ia menuturkan, pada proses shaving, para barberman di tempatnya menggunakan handuk panas, dan pisau cukur manual. Kursi yang dipakai juga otentik, dari tahun 1940-an.

Oky melihat beberapa pria mengalami masalah saat menggunakan pomade dari luar negeri. “Setelah kami pelajari, ternyata pomade tersebut memang kurang cocok bagi pria Indonesia,” katanya.

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Karena itulah, di tahun 2014, Chief Barber & Supplies Co. meluncurkan produk grooming berupa pomade. Terdiri dari tiga jenis, yaitu pomade oil based, water based dan hybrid.

“Bisa dibilang, pomade yang kami rilis adalah hasil dari permintaan konsumen yang datang ke Chief Barber,” ujar Oky.

Sedangkan, menurut Fatsi, rata-rata pengunjung yang datang ke Chief Barber & Supplies Co., karena ingin memperbaiki gaya rambutnya setelah memangkas di tempat lain.

“Mereka datang dan mengeluhkan mengapa rambutnya tidak maksimal. Kami pun menyesuaikan rambut sesuai jenis dan bentuk wajah mereka. Prosesnya hanya satu kali servis, sekitar 45 menit,” ucap Fatsi.

Walau begitu, Oky dan Fatsi sepakat tidak berencana membuka cabang baru. “Barber is about quality. Jadi sebisa mungkin kami jaga kualitasnya,” aku Oky.

“Justru produknya yang akan kami tambah. Setelah pomade, kami berencana meluncurkan shampo pada awal Januari 2019. Serta hair tonic, karena masalah yang sering dialami pria urban, rambut mudah rontok. Itu memengaruhi kepercayaan diri pria juga,” tuturnya. [GP]

SHARE