Gaya Kencan dari Masa ke Masa, Bisa Jadi Inspirasi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Gaya Kencan dari Masa ke Masa, Bisa Jadi Inspirasi
Gading Perkasa | Relationships

Buat pasangan yang sudah menjalin hubungan, gaya kencan mereka sangat bervariasi. Biasanya, sebuah kencan hanya menjadi jadwal bertemu guna menguatkan ikatan.

Photo by Tiko Giorgadze on Unsplash

Tapi bagi Anda yang sedang dalam proses pendekatan, kencan adalah agenda wajib. Dari menentukan janji bertemu di kafe, bar, restoran, taman atau bioskop, gaya kencan di berbagai era tidak pernah sama.

Membicarakan mengenai hal itu, kira-kira bagaimana gaya kencan pria dan wanita dari masa ke masa? Simak penjelasan berikut, siapa tahu bisa menjadi inspirasi kencan MALEnials untuk menaklukkan wanita incaran.

1900-1940
Di awal 1900-1940, tatanan sosial belum terbiasa dengan istilah kencan. Pria dan wanita umumnya bertemu di ruang publik seperti pesta atau pertunjukan teater. Dalam mencari pasangan, perjodohan adalah metode paling lazim ditemui.

Jika pria muda tertarik pada seorang wanita, maka ia harus melakukan kunjungan resmi ke rumahnya. Mereka mengobrol di ruang tamu, dan pria membawakan bunga agar si wanita jatuh ke pelukannya.

1940-1960
Di pertengahan abad ke-20 ini, gaya kencan masih dilakukan dengan menyambangi rumah wanita. Kala itu, membuat puisi pun seolah menjadi modal utama menarik hati wanita.

1960-1980
Menginjak era ini, pasangan mulai mengenal istilah dating atau kencan. Biasanya, kegiatan yang dilakukan yaitu jalan-jalan dan pergi ke bioskop, baik indoor maupun outdoor.

Sementara, bar dan pantai juga menjadi pilihan alternatif sebagai tempat berkencan.

1980-1990
Walau kencan dengan menonton film di bioskop masih merupakan pilihan utama, tradisi mendatangi rumah wanita kembali dilakukan pada masa ini. Terkadang restoran juga dipilih untuk mengajak wanita kencan.

Tempat lainnya, taman ria dan pasar malam jadi destinasi berkencan. Hanya saja tatanan tradisi sudah bergeser. Banyak pria dan wanita sudah tidak lagi segan menunjukkan kemesraannya di depan umum.

1990-2000
Seiring perkembangan teknologi, masyarakat dengan mudah memperoleh informasi terkait gaya kencan di luar negeri. Alhasil, banyak tradisi mulai terkikis.

Kehidupan malam jadi hal yang biasa bagi pria dan wanita kala itu. Salah satunya pola kencan yang berubah, tidak lagi di restoran, melainkan pindah ke klub malam.

2000-Sekarang
Sekarang, kencan sudah dianggap sebagai keseharian pria urban. Seringkali dilakukan akhir pekan, demi melepas penat usai bekerja lima hari penuh. Tujuan kencan pun lebih kepada menjajaki potensi sebuah hubungan.

Dari taman hingga kafe dijadikan tempat berkencan. Entah dinner, menonton film baru, atau sekadar minum kopi dan alkohol. Semua cara itu dinilai ampuh untuk sarana mengenal lebih jauh lawan jenis.

Proses mendapatkan pasangan turut bergeser. Cukup lewat sentuhan jari di layar smartphone, pria dapat menentukan wanita yang mereka inginkan. [GP]

SHARE