Malas Pakai Kaca Mata, Lasik bisa Jadi Alternatif | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Malas Pakai Kaca Mata, Lasik bisa Jadi Alternatif
Sopan Sopian | Sex & Health

Mengenakan kaca mata untuk beberapa hal bisa menjadi menyulitkan panadangan. Apalagi saat hujan dan sedang mengendarai motor. Air akan menutupi kaca mata Anda dan tentu penghilatan akan terganggu.

lasik - male indonesia
Photo by Nonsap Visuals on Unsplash

Berbeda dengan mata tanpa kaca mata. Tanpa ada penghalang dalam melihat. Oleh karena itu, mata merupakan salah satu organ manusia yang memiliki fungsi penting. Secara umum, mata berfungsi sebagai organ penglihatan yang mendeteksi cahaya untuk memberikan pengertian visual. 

Jadi mata akan menerima cahaya dari luar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang diangkut ke otak sehingga dirasakan sebagai sabuah gambar. dr. Sophia Pujiastuti, SpM(K), MM mengatakan, kesehatan mata berperan sangat penting dalam kehidupan seseorang, karena mata adalah jendela dunia, sebagai pintu masuk informasi sehingga dengan melihat jelas tanpa alat bantu akan menjadikan hidup lebih berkualitas.

Seperti yang telah diketahui, jenis-jenis gangguan penglihatan yang seringkali ditemui antara lain adalah gangguan refraksi yang tidak terkoreksi sebesar 42%, diikuti oleh katarak 33% dan glaucoma 2%. Sedangkan sebesar 18% tidak dapat ditentukan dan 1% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Dalam hal gangguan refraksi, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme dapat diobati salah satunya dengan prosedur bedah rawat jalan, yaitu Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK). LASIK merupakan salah satu teknologi bedah refraktif di bidang mata yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kualitas hidup. 

Dengan LASIK, orang dapat melihat jelas tanpa alat bantu tanpa gangguan refraksi yang merupakan salah satu gangguan penglihatan tersering yang dialami oleh penduduk dunia. "LASIK, yang merupakan teknologi bedah refraktif dikatakan dapat meningkatkan kualitas hidup karena setelah melakukan tindakan LASIK pasien tidak lagi tergantung pada alat bantu (kacamata dan lensa kontak),” tutur dr. Sophia.

Lebih lanjut, LASIK merupakan sebuah tindakan yang menggabungkan metode pembuatan flap (lapisan tipis) pada kornea dan laser untuk mengubah kelengkungan kornea. Sehingga kelainan refraksi dapat terkoreksi.

Di seluruh dunia, LASIK termasuk salah satu pembedahan yang paling banyak dilakukan. Diperkirakan hampir satu juta pasien menjalani pembedahan refraktif kornea tiap tahunnya di Amerika Serikat, dengan 700.000 diantaranya merupakan bedah LASIK. Lebih dari 90 persen pasien yang telah menjalani LASIK mencapai tajam penglihatan 6/6 sampai 6/12 dan dapat mengerjakan aktivitas harian tanpa kacamata atau lensa kontak.

Meski demikian, dr. Sophia menuturkan lagi, bahwa terdapat beberapa syarat dan kriteria dalam melakukan LASIK, yaitu Myopia: -1.00 D sampai -13.00 D, Astigmatisma: -1.00 D sampai -5.00 D, Hypermetropia: +1.00 D sampai +4.00 D, koreksi kelainan refraksi stabil (6-12 bulan).

Disamping itu, kata dr. Sophia, pasien harus berusia diatas 18 tahun karena ukuran koreksi refraksi atau ukuran kacamatanya belum stabil sehingga dikhawatirkan akan muncul kelainan refraksi/ukuran kacamata baru setelah LASIK. 

“Dengan begitu banyaknya manfaat LASIK, sampai saat ini masih terdapat beberapa hambatan dalam melakukan tindakan LASIK, yaitu biaya sangat mahal, takut operasi dan berdasarkan hasil pemeriksaan pra LASIK, dinyatakan tidak layak,” ucapnya. *** (SS)

SHARE