Bergaya Keren dan Stylish Ala Pria Italia - Male Indonesia
Bergaya Keren dan Stylish Ala Pria Italia
MALE ID | Looks

Membicarakan dunia fashion rasanya tidak pernah ada habisnya. Dan dari sekian banyak jenis fashion, Italian style adalah salah satu jenis yang cukup digemari oleh kaum adam, khususnya di Indonesia.

pixabay

Namun pertanyaannya, apakah mungkin pria Indonesia bisa berpenampilan ala pria Italia atau Italian style? Tentu saja MALEnials. Anda dapat bergaya maksimal seperti Frank Sinatra atau Robert De Niro, asal tahu padu padan yang benar. So, ada baiknya Anda mengenal lebih dulu konsep Italian style dari ahlinya. Antara lain:

Radot Marpaung (Pakar Fashion)

italian style - Male Indonesia

Berdasarkan penuturan narasumber kami yang juga pakar fashion, Radot Marpaung, pria Italia terkenal akan status sosial mereka. Perbedaan status yang mencolok bisa dilihat dari penampilan.

“Di awal 1920-an, pria Italia menciptakan bentuk rambut sesuai status, jambul tinggi menggunakan wax dan kumis melintang,” kata dia.

Ciri khas penampilan pria Italia di era tersebut, diterangkan Radot, yaitu model jas agak longgar, begitu pula pada celana, dimana bagian bawahnya terdapat lipatan.

“Tren itu berkembang menjadi celana baggy dengan bagian kaki bawah lebih mengrerucut. Mereka pun gemar memakai jam saku dan suspender,” ujar Radot.

Menginjak era 1930-an, kaum adam di Negeri Pizza mulai memperhatikan detail. Contohnya mengenakan detail lipatan pada kemeja atau disebut opnitzel, kerah kemeja lebih tinggi dan detail ruffles.

“Sedangkan model jas diganti blazer, bentuk celana lebih ramping, disertai lipatan yang sangat tajam di bagian depan,” tuturnya.

Di era milenial, kaum pria Italia tidak pernah segan mengenakan motif, seperti celana kotak tartan yang dipadukan bersama motif floral. Bentuknya lebih mengikuti tubuh yang kekar.

“Mereka juga gemar mengenakan shawl, kacamata bergaya klasik, dan kaus kaki tinggi hingga di bawah lutut,” ucap Radot.

Untuk gaya formal, setelan kemeja tuxedo, bowtie dan long coats menjadi pilihan favorit. Semua itu ditambahkan aksesoris berupa shawl bermotif serta topi fedora.

Perihal kepantasan pria Indonesia menerapkan Italian style, Radot menjawab bahwa hal itu sangat memungkinkan.

“Kalau fashionable, kenapa enggak? Hanya saja, pria Asia (khususnya Indonesia) cenderung memilih busana yang wearable dan nyaman,” ujarnya.

Lianto Wongso (Wong Hang Tailor)

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Dalam kesempatan berbeda, MALE Indonesia juga mewawancarai Lianto Wongso, desainer tailor ternama di Indonesia, Wong Hang. Ia menuturkan, salah satu alasan pria Indonesia perlu mengadopsi gaya pria Italia, karena tren Italian style selalu berkembang.

“Dulu pada abad pertengahan, dunia fashion lebih terpusat di Inggris. Seiring perkembangan zaman, kiblatnya kembali ke Italian suit. Makanya bahan-bahan fabric sebagian besar berasal dari Italia. Italia juga punya banyak pengrajin, entah kacamata, topi, belt, dan lain-lain,” katanya.

Ia menambahkan, pria Italia memiliki sifat romantic, identik senang bergaya ketimbang pria Inggris yang cenderung klasik. Mereka menyukai gaya stylish, modern, dan berbeda dari busana pria kantoran pada umumnya.

“Ciri utama Italian style terlihat pada bentuk cutting, yang lebih menonjolkan bodi, namun tidak sesak dipakai. Banyak orang salah mengira bahwa slim fit itu sempit,” ujar Lianto.

Lianto melanjutkan, pembuat jas di Italia merancang jas sedemikian rupa dengan bahan berupa ekor kuda (untuk pelapis bagian dada) dan bulu unta. Bahan tersebut tidak mudah kusut, lembut dan nyaman sewaktu dikenakan.

“Hasilnya, tubuh pria akan menjadi tiga dimensi. Ada lekukan dada dan pinggang. Pas di badan, tapi tidak sempit. Walau pemakainya berbadan gemuk, dengan cutting yang benar, akan tampak slim,” jawab Lianto.

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Ciri lain dari busana Italian style yaitu menghindari bahan-bahan polos, lebih kepada motif kotak-kotak (plaid). Warna jas juga bervariasi, seperti champagne atau warna coral.

Motif floral lebih sering ditemui di acara-acara party atau gala dinner, tanpa mengurangi kesan maskulin dan elegan dari pria yang memakainya.

Di era sekarang, tren jas Italia mulai menyematkan bordir. Namun tren ini belum merambah tanah air. Lianto memperkirakan, bordir pada jas akan hits sekitar tahun 2020.

“Semua kreativitas itulah yang membuat Wong Hang tetap eksis, karena kami selalu mengikuti perkembangan fashion di dunia,” tuturnya kepada MALE Indonesia.

Ditambahkan oleh Lianto, sangat pantas apabila pria Indonesia menerapkan Italian style. Hanya saja, pria harus mempunyai kepercayaan diri tinggi.

“Gaya Italia agak unik, banyak sekali permainan corak dan kombinasi. Perlu beragam koleksi pakaian, dan Anda wajib update. Kalau Anda sudah percaya diri, maka Anda bisa dikatakan menghargai penampilan ketika mengenakan busana berbeda-beda,” katanya.

Sebagai informasi, Wong Hang Tailor memiliki 17 cabang yang tersebar di berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Makassar, Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan terakhir, Singapura. [GP]

SHARE