Kecanduan Pada Media Sosial Semakin Serius | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kecanduan Pada Media Sosial Semakin Serius
Sopan Sopian | Digital Life

Kecanduan media sosial atau medsos nampaknya sudah dianggap serius. Karena itu, mengutip laman News Sky, Sekretaris Kesehatan, Matt Hancock telah meminta kepala petugas medis Inggris, Dame Sally Davies untuk mulai mempersiapkan panduan resmi tentang batas waktu aman bermain media sosial.

Photo by Hugh Han on Unsplash

Mr Hancock mengatakan bahwa dia "sangat khawatir" sebagai ayah dari tiga anak karena semakin banyak bukti efek yang merugikan pada kesehatan kaum muda. "Penggunaan tidak terbatas (media sosial) oleh milenial berisiko sangat merusak kesehatan mental mereka. Jadi saya telah meminta kepala petugas medis untuk memajukan bimbingan formal tentang penggunaannya oleh anak-anak," tuturnya dala sebuah wawancara dengan media setempat.

Hancock juga mengatakan bahwa platform media sosial termasuk Facebook dan Instagram telah memberikan kentuan dalam penggunaan platform mereka sendiri. Di mana, idak boleh menggunakannya jika berusia di bawah 13 tahun. Dan WhatsApp tidak boleh digunakan jika berusia di bawah 16 tahun. "Tapi mereka tidak melakukan apa pun untuk melakukan itu," kata Hancock kepada Observer.

Tidak hanya di Inggris, berbicara kecanduan sosial, menurut laporan Tetra Pak Index 2017 mencatatkan 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. 

"Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z, generasi yang lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik bagi brand, yang bisa dirasakan baik secara online dan offline," ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia dalam sebuah konferensi pers tahun 2017.

3 Raksasa Platform Medsos Adakan Fitur Cegah Kecanduan
Imbauan untuk membatasi berselancar di medsos juga telah dilakukan oleh Royal Society of Public Health (RSPH) seperti Scroll Free September juga telah diluncurkan untuk mendorong orang untuk mengurangi penggunaan media sosial.  Royal Society for Public Health (RSPH)  menantang orang-orang untuk menghentikan sementara penggunaan lima platform besar sepeti Facebook, Instagram, Snapchat, Twitter, dan YouTube.

Konsultan Psikiater Dr Richard Graham mengatakan bahwa terdapat penelitian mengarah ke media sosial yang mempengaruhi keseimbangan hormonal otak. "Kami pikir media sosial mempengaruhi tingkat dopamin melalui penghargaan berbeda yang mereka tawarkan, dalam bentuk suka, atau peningkatan pengikut atau retweet, atau platform apa pun, itu memberi Anda sedikit peningkatan dalam suasana hati Anda,” kata Dr. Richard Graham.

Atas dasar tekanan terhadap kecanduan media sosial atau medsos itu, raksasa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan membatasi waktu yang mereka habiskan untuk membuka aplikasi mereka.

Facebook dan Instagram meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk memantau penggunaan aplikasi, mengatur batas waktu dan pengingat untuk beristirahat. Instagram juga menambahkan pemberitahuan ketika pengguna mencapai bagian bawah umpan gambar, begitupun dengan YouTube.

Pihak Instagram mengatakan bahwa, orang harus bersenang-senang menggunakan aplikasi miliknya, tetapi tidak mengorbankan kesejahteraan mereka. Pihaknya ingin komunitas Instagram memahami pilihan yang tersedia untuk membuat pengalaman mereka di Instagram semaksimal mungkin. 

"Itu sebabnya kami meluncurkan seperangkat kontrol baru, yang dirancang untuk membantu orang mengatur waktu yang mereka habiskan di aplikasi kami," tutur pihak Instagram. *** (SS)

SHARE