Risiko Serius Membeli Smartphone di Black Market | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Risiko Serius Membeli Smartphone di Black Market
Gading Perkasa | Digital Life

Barang black market, khususnya smartphone seringkali menjadi pilihan utama seseorang yang ingin membeli perangkat canggih tanpa embel-embel ‘mahal’.

Photo by freestocks.org on Unsplash

Betapa tidak, dibandingkan smartphone yang dijual dengan garansi resmi, smartphone black market dijual jauh lebih terjangkau dan model baru lebih cepat masuk.

Walau dibanderol lebih rendah, perangkat yang diimpor ilegal dari luar negeri ternyata berbahaya. MALEnials harus paham risiko serius membeli smartphone di black marketCheck it out!

Susahnya Klaim Garansi
Tidak seperti smartphone bergaransi resmi, smartphone di pasar gelap biasanya diberi garansi oleh si penjual langsung. Memang, tidak semua perangkat rusak saat diterima, hanya saja Anda wajib mempertimbangkan faktor pertama ini. Alasannya, pengguna cenderung susah mengklaim garansi.

Sedangkan klaim garansi untuk smartphone resmi cukup mudah. Pengguna cukup mendatangi pusat servis resmi, menunjukkan kerusakan, nota pembelian dan kartu garansi. Smartphone pun bakal diperbaiki atau diganti yang baru.

Waktu Garansi Sangat Singkat
Pada umumnya, smartphone yang dibeli di toko resmi mendapat garansi sedikitnya satu tahun. Ada pula vendor yang memberikan garansi selama dua tahun pasca pembelian.

Lain halnya dengan smartphone di black market yang hanya digaransi satu minggu atau satu bulan. Karena masa garansi relatif singkat, pengguna sudah tentu akan kerepotan ketika perangkat miliknya rusak meski baru saja dibeli.

Mau tidak mau, saat smartphone Anda bermasalah, Anda tak bisa lagi mengklaim garansi kepada si penjual.

Aksesoris Palsu
Smartphone bergaransi resmi biasanya dibekali aksesori original dari produsen. Itu sulit Anda temui di smartphone yang dijual di pasar gelap. Boleh jadi aksesoris yang disertakan palsu.

Beberapa penjual di pasar gelap memberi pilihan untuk membeli secara eceran ataupun lengkap dengan aksesori, namun Anda harus membayar biaya tambahan.

Dari semua aksesori yang diberikan, charger palsu tentu paling berbahaya dan merugikan. Sebab smartphone bisa mengalami masalah ketika menggunakan charger yang bukan asli.

Kerusakan Piranti yang tak Diketahui
Smartphone di black market tidak diketahui pasti kondisinya. Barangkali terlihat baik secara fisik, tapi sebenarnya mengalami kerusakan, contohnya layar yang bergaris.

Minimnya pengecekan kualitas seperti yang diterapkan pada smartphone resmi membuat Anda tidak tahu bagaimana sesungguhnya kualitas produk yang mau Anda beli. [GP]

SHARE