Jenis Malware yang Ancam Perangkat Android | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Jenis Malware yang Ancam Perangkat Android
Gading Perkasa | Digital Life

Banyak aplikasi ditawarkan di Google Play Store, dan kalau kita tertarik dengan satu aplikasi, tanpa pikir panjang kita langsung mengunduh ke perangkat Android.

malware - male indonesiapexels.com

Padahal, aplikasi yang diunduh belum tentu aman dari virus. Boleh jadi, Anda membiarkan virus atau malware masuk ke perangkat Android Anda. Lalu bagaimana cara mengidentifikasi keberadaan malware?

Salah satu penyedia anti virus, Avast, memberikan keterangan tertulis mengenai apa itu malware. Menurut mereka, malware sering disamarkan sebagai aplikasi yang sah.

Malware perangkat bisa memata-matai aktivitas pengguna, mencuri data sensitif seperti kartu kredit atau detail bank, dan mengirim data ke pihak ketiga. Berikut contoh malware jahat:

Pertama ada Spyware, yaitu aplikasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi pengguna secara diam-diam, sembari memposisikan diri sebagai sesuatu yang bermanfaat.

Spyware sering disamarkan menjadi permainan yang menarik perhatian orang agar mengunduhnya. Tak lama setelah dipasang, informasi sensitif seperti kontak, kebiasaan pengguna, rekaman obrolan, dan detail perangkat akan dikirim ke penjahat siber.

Kedua adalah Trojan, yang bersembunyi di dalam aplikasi asli dan mengelabui pengguna untuk mengunduhnya.

Trojan bisa sangat mengganggu dengan mengirim teks dan pembajakan browser, atau lebih merusak lewat pencurian rincian perbankan pengguna dan mengambil alih perangkat.

Ketiga ada malware Phising, praktek mengarahkan orang mengunduh malware atau memberikan informasi dengan alasan palsu. Pengirim berpura-pura berasal dari sumber yang memiliki reputasi baik dan mempraktikkan teknik rekayasa sosial.

Hal itu dilakukan demi menekan pengguna agar membuka lampiran yang terinfeksi atau meng-klik tautan berbahaya. Karena layar seluler kecil, kemungkinan sukses praktek Phising semakin besar.

Google memiliki solusi anti malware sendiri dalam bentuk perlindungan internal pada perangkat Android dan Google Play Protect.

Versi Android terbaru yang disebut Pie juga memiliki fitur keamanan kuat, menonaktifkan kamera dan mikrofon di aplikasi latar belakang. Serta keamanan tingkat kompilator untuk mendeteksi perilaku aplikasi berbahaya.

Walau teknologi Google cukup canggih, mereka tidak punya aturan atas izin yang mungkin pengguna berikan ke aplikasi lain. Dengan kata lain, alangkah baiknya pengguna tahu apa yang harus dicari bila ingin memastikan tidak ada unexpected surprise di Google Play Store. [GP]

SHARE