Anda Akan Tertipu, Danau Indah Ini Hanya Ilusi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Anda Akan Tertipu, Danau Indah Ini Hanya Ilusi
Sopan Sopian | Relax

Danau ini bernama Danau Assal (Djibouti). Dari kejauhan, Danau Assal mungkin terlihat seperti perairan tropis yang dikelilingi pasir putih yang lembut. Dari dekat, ini adalah lanskap yang justru di luar dugaan Anda.

Photo by Benlilkon93 on Wikipedia

Ilusi memang bisa membohongi mata. Bukan hanya pesulap, danau Assal juga seperti itu. Kilauan indah pasri putih tidaklah nyata. Dataran luas itu bukan pasir sama sekali, tapi garam. Saat Anda mencoba berjalan di atasnya, dijamin tidak ada rasa nyaman sekalipun yang akan Anda dapatkan.

Danau ini berada di barat kota Djibouti, sebuah negara kecil di Afrika Timur. Tepatnya di ujung barat Teluk Tadjoura, berjarak sekitar 120 kilometer dari barat Ibu Kota Djibouti. Danau Assal adalah danau air asin yang terletak 155 m di bawah permukaan laut di Segitiga Afar, sehingga menjadikannya titik terendah di darat di Afrika dan titik ketiga terendah di Bumi setelah Laut Galilea dan Laut Mati.

Di daunai Assal, tidak ada aliran keluar dari danau, dan karena penguapan yang tinggi, tingkat salinitas perairannya 10 kali lipat dari laut biasa, sehingga membuat danau ini dijuluki sebagai danau paling asin di dunia setelah Don Juan Pond.

Selain Asin, kandungan suhu air danau Assal cukup panas yakni mencapai 33 sampai 34 derajat celsius. Meskipun tidak ada arus keluar dari danau ini namun air danau Assal bisa mengalami penyusutan juga, ini akibat tingginya penguapan yang terjadi pada air danaunya. Sementara sumber air danaunya sendiri berasal dari air panas yang mengalami salinitas di dekat air laut. 

Photo by Fishercd on Wikipedia

Tentunya dengan kondisi wilayah dan kandungan kadar salinitas air danaunya yang tinggi tersebut, tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat bertahan di danau Assal. Sama dengan danau laut mati orang pun dapat mengambang dengan santai tanpa khawatir akan tenggelam pada danau yang berukuran panjang 19 km, lebar 6,5 km yang berbentuk oval ini.

Keasinan pada danau Assal sudah pasti dibarengi dengan jumlah garam yang menumpuk pada danau ini. Tidak hanya di dalam danau, di sekitar danau atau di tepian danau Assal juga banyak ditemui tumpukan garam. 

Meskipun pemandangannya tidak ramah, orang-orang Afar dan Issa telah lama hidup dan bekerja di daerah itu, dengan garam yang melimpah selama berabad-abad. Anggota komunitas mengikis dan menggali garam dari pantai danau untuk diangkut di sepanjang rute kafilah kuno ke Etiopia dengan ditukar dengan batu bara, kopi, dan komoditas lainnya. Secara historis, gading dan bahkan budak diperdagangkan untuk garam Lac Assal. 

Kereta unta dan keledai masih dapat dilihat membawa hingga 120kg garam masing-masing ke Berhale di Ethiopia, sebuah perjalanan yang bisa memakan waktu hingga lima minggu. Di sana, garam itu dibongkar dan dibawa dengan truk ke kota-kota Ethiopia yang lebih besar untuk distribusi yang lebih luas. Atas eksploitasi itu, kini semakin hari garam di sana semkain terkikis. *** (SS)

SHARE