5 Cara Bertahan Hidup di Kantor yang Menyebalkan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
5 Cara Bertahan Hidup di Kantor yang Menyebalkan
Sopan Sopian | Works

Tempat kerja tidak ubahnya sebagai sekolah. Ada saja aksi bullying atau merendahkan untuk menjatuhkan reputasi Anda di depan rekan kerja atau bos. Ya, saling cari muka di depan bos masih menjadi kultur di beberapa tempat kerja. 

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Meskipun pertumbuhan bullying di tempat kerja jarang menurun, banyak dari orang tidak yakin apakah itu merupakan bullying atau mobbing, yang bertentangan dengan 'pelecehan' atau disiplin kerja. 

Mendefinisikan keduanya, melansir laman entrepreneur, bullying di tempat kerja sebagai bentuk yang tidak pantas dalam penggunaan kekuasaan dan perilaku agresif yang secara tidak adil menjauhkan seseorang. Penindasan tidak memiliki tujuan selain untuk merendahkan, menghapus kepercayaan diri atau mempermalukan. 

Sedangkan untuk mobbing adalah ketika target diganggu, dan kelompok mengikuti dengan mengejek, memfitnah, merongrong hingga mencela orang lain. Ketika kantor atau tempat kerja Anda sarat akan dua hal ini, tentu sangat menyebalkan sehinga kerja Anda tidak fokus dan reputasi Anda akan hancur. Namun, Anda masih bisa tetap bertahan hidup di sana, berikut langkah yang perlu Anda lakukan.

Pisahkan Emosi dari dampak Reputasi
Ketika Anda menjadi target bullying atau mobbing, Anda akan merasa semua orang di sekitar Anda melihat segalanya. Untuk mengatasi perasaan akibat keduanya, Anda perlu membedakan akibatnya agar tidak merusak reputasi. Jadi pisahkan perasaan malu yang tak terelakkan, keraguan diri dan kurang percaya diri dari dampak yang sebenarnya terhadap karier Anda. 

Ketika melihat penindasan di tempat kerja melalui lensa reputasi, tanyakan pada diri Anda, "Apakah pengalaman ini memengaruhi kemampuan saya untuk mengamankan peluang yang diinginkan? Apakah saya dirugikan pada peluang-peluang utama?" Tanpa sadar, itulah reputasi.

Berkompromi dengan Produk Kerja Anda
Jika Anda berada di tengah-tengah bullying, pertimbangkan segala sesuatunya, apakah hal tersebut dibiarkan untuk menghindari dipecat atau tidak. Jika Anda memberi 100 persen sebelumnya, mungkin Anda bisa memberi 150 persen setelahnya. Yang terpenting produk kerja Anda tidak dipertanyakan.

Memiliki Konteks
Ketika seseorang ditindas, dan reputasinya rusak, sering kali rekan mereka tidak memberikan konteks yang memadai tentang nilai dan sasaran untuk membantu mereka bangkit kembali. Idealnya, memiliki merek atau reputasi pribadi yang kuat melindungi Anda dari bullying dan mobbing.

Maka dari itu, apakah bullying Anda terjadi di tahap online atau secara langsung, fokuslah pada apa yang dapat Anda pengaruhi, yakni reputasi Anda. Anda akan merasa diberdayakan dan membelokkan dampak itu jika Anda memiliki kepercayaan diri dan reputasi.

Pindah Perlahan
Ketahuilah bahwa bullying dan mobbing memiliki potensi menjadi pasir hisap, menelan rasa identitas Anda, kepercayaan diri, kemandirian, dan pandangan positif. Seperti pasir hisap, gerakan tiba-tiba dapat menarik Anda lebih jauh ke dalam masalah. Segeralah mencari bantuan jika Anda merasa kehilangan kendali atau tujuan.

Mintalah Bantuan
Untuk membantu melestarikan dan membangun kembali reputasi Anda, mintalah teman Anda untuk berbicara dengan baik tentang Anda kepada bos. kendati teman Anda ini mungkin takut mereka akan menjadi target berikutnya dan dicap sebagai pengadu, dan kehilangan pekerjaan mereka. Namun perlu Anda ketahui, dengan hati-hati mencari sekutu atau teman yang bersedia mendukung dan melindungi Anda dengan cara lain adalah hal yang baik. *** (SS)

SHARE