Olahraga Mirip Basket dengan Atlet Wanita Cantik - Male Indonesia
Olahraga Mirip Basket dengan Atlet Wanita Cantik
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Netball atau bola jaring adalah sebuah olahraga bola yang dimainkan antara dua tim berisi tujuh pemain. Olahraga ini memiliki banyak kesamaan dengan bola basket, namun masih memiliki perbedaan dan memiliki pemain yang cantik-cantik.

Photo by Flickr on Wikipedia

Mendengar cabang olahraga Netball mungkin masih sedikit asing, tetapi sebenarnya ini sudah lama ada. Maklum, olahraga yang satu ini memang tidak begitu populer di kawasan Asia sehingga hanya segilintir negara yang memiliki atlet Netball.

Netball sendiri adalah olahraga lama yang berkembang pada 1890-an di Inggris. Olahraga ini berangkat dari banyaknya para wanita yang menginginkan bermain bola basket dengan aturan yang lebih simpel hingga akhirnya dicetuskanlah Netball. Bola jaring cukup dikenal di negara Persemakmuran dan permainannya didominasi wanita. Sehingga Anda bisa cuci mata saat melihat cabang olahraga ini.

Perbedaan dengan Basket
Netball dapat dimainkan ketika seorang pemain memegang bola dan mengopernya ke pemain lain. Bedanya dengan bola basket, ring Dalam Netball Tidak ada papan pantulan seperti ring yang biasa dipakai untuk bermain basket.

Photo by Solent Creatives on Flickr

Selain itu, pemain Netball tidak bisa membawa bola sambil berjalan atau dribbling dan hanya boleh memegang bola selama tiga detik saja. Lain lagi dengan aturan khusus di mana hanya dua pemain di posisi paling depan yang berhak memasukkan bola ke dalam keranjang. 

Keistimewaan dari olahraga ini, adalah sebagai cikal bakal bola basket. Bahkan, yang bikin mata pria melotot adalah kostum untuk permainan bisa menggunakan dress terusan seperti biasa digunakan dalam permainan tennis atau tantop dan rok. 

Perkembangan Netball di Asia
Adapun negara-negara yang masuk di dalam keanggotaan Netball Asia adalah Australia, China Taipei, Hong Kong, India, Malaysia, Singapura, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, dan Kepulauan Maladewa. Negara-negara tersebut memiliki keanggotaan penuh.

Photo by Rae Slater on Flickr

Sementara itu, negara pendukung adalah Abu Dhabi, Afghanistan, Bahrain, Brunei, Dubai, Jepang, Korea Selatan, Nepal, Filipina, dan Timor Leste. Sementara Arab Saudi, Iran, Mongolia, Myanmar, dan Vietnam, belum masuk ke dalam keanggotaan penuh Netball Asia.

Di Indonesia sendiri, menurut laman netballlindonesia.com, Netball Indonesia didukung oleh Australia-Indonesia Institute (AII), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dan didirikan oleh Meisha Grant dan Rebecca Lambert. Namun, Netball di Indonesia masih terbatas pada komunitas atau tim-tim tertentu sehingga pamornya juga masih belum terdengar.

Netball Asia sebelumnya adalah Asian Netball Federation and Asian Federation of Netball Association (AFNA). Asosiasi ini didirikan pada 1986 di Kuala Lumpur, Malaysia, tiga tahun setelah lima negara di Asia yang sering mengadakan kejuaraan netball bertemu.

Lima negara tersebut adalah Hong Kong, Malaysia, Sri Lanka, Singapura, dan India yang sebelumnya bertanding pada kejuaraan Piala Dunia Netball di Singapura pada 1983. Mereka bertemu untuk membentuk organisasi olah raga netball di Asia.

Selain kejuaraan Asia, untuk wilayah Asia Tenggara juga sering diadakan kejuaraan netball meski pamornya masih kalah dibandingkan dengan cabang olah raga lain. Bahkan di ajang SEA Games, netball juga sudah dipertandingkan. Terakhir pada SEA Games XXIX/2018 Malaysia, yang berlangsung di Kuala Lumpur. 

Sebelumnya pada ajang SEA Games XXVIII/2015 Singapura, cabang olah raga ini diikuti enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina, Myanmar, dan tuan rumah Singapura. Saat itu adalah kedua kalinya netball dipertandingkan di SEA Games sesudah pertama kali pernah diselenggarakan ketika SEA Games XXI pada tahun 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia. *** (SS)

SHARE