Mengenal Sindrom Kelainan pada Kulit dan Bahayanya - Male Indonesia
Mengenal Sindrom Kelainan pada Kulit dan Bahayanya
MALE ID | Sex & Health

Steven Johnson Syndrome merupakan kelainan serius pada kulit dan selaput lendir. Sindrom ini biasanya merupakan reaksi terhadap obat atau infeksi.

Photo by Jasper Graetsch on Unsplash

Gejala awal dari Steven Johnson Syndrome biasanya mirip flu yang diikuti dengan mata merah dan berair. Lalu, timbul ruam merah atau keunguan yang terasa sakit. Kemudian, menyebar dan menyebabkan kulit melepuh dan terkelupas.

Steven Johnson Syndrome termasuk kondisi kesehatan yang langka. Dampak dari gejala yang dialami bisa menyebabkan seseorang --khususnya pria-- susah makan, menelan, bahkan kencing.

Sebab, kondisi kulit yang melepuh bisa menyebar ke seluruh organ tubuh, termasuk mulut, hidung, dan organ vital pria.

Ada lebih dari 100 obat yang dapat memicu sindrom ini. Beberapa yang paling umum antara lain obat encok, antibiotik sulfa untuk melawan infeksi, obat kejang atau penyakit mental, serta penghilang rasa sakit seperti acetaminophen dan ibuprofen.

Selain obat-obatan tersebut, orang yang memiliki infeksi seperti pneumonia atau virus herpes yang menyebabkan luka dingin juga dapat memicu Steven Johnson Syndrome.

Risiko sindrom ini juga mengintai penderita HIV atau masalah lain dengan sistem kekebalan tubuh, faktor keturunan, serta pernah melakukan perawatan radiasi.

Komplikasi kondisi fisik juga bisa disebabkan oleh gejala Steven Johnson Syndrome, seperti infeksi kulit selulitis, infeksi darah, dan masalah penglihatan. Dampaknya, peradangan di mata, kegagalan pernapasan akut, serta kerusakan kulit permanen.

Bila mengalaminya, Anda harus dirawat di rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Dokter akan mengganti penurunan cairan dan nutrisi dalam tubuh Anda agar tetap terhidrasi.

Sebab, kulit membutuhkan protein. Anda mungkin akan mendapatkan cairan dari infus pada awalnya, kemudian diberi makan melalui tabung yang masuk ke perut melalui hidung.

Anda akan mendapatkan perawatan luka intensif. Selain itu, mata juga membutuhkan perawatan. Secara rutin, mata akan dibersihkan dan diberi obat tetes khusus agar tidak mengering.

Demi menghilangkan rasa sakit, biasanya penderita diberi obat untuk membantu meringankan rasa sakit dari setiap area kulit yang mengelupas.

Bahkan dokter akan memberikan kompres dingin dan lembap yang ditempelkan ke kulit supaya bisa menghilangkan sel kulit mati.

Jika penyebabnya adalah reaksi buruk terhadap obat-obatan, Anda harus menghindari obat itu dan obat lain yang serupa. Setidaknya, perlu waktu dua hingga empat minggu sampai kondisi membaik secara menyeluruh.

Sindrom tersebut juga memungkinkan efek samping lainnya di waktu mendatang, bisa jadi bertahun-tahun setelah Anda dinyatakan sembuh.

Efeknya meliputi timbul bekas luka, mata kering dan sakit bila melihat cahaya terang, sulit melihat, infeksi pada gusi dan mulut, serta masalah paru-paru seperti bronkitis, yang menyebabkan batuk parah dan sulit bernapas.

Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk terhindar dari menderita sindrom ini. Sebab, pria keturunan Asia disinyalir memiliki gen yang meningkatkan risiko sindrom tersebut. [GP]

SHARE