Startup: Tantangan Terjun ke Industri Fashion Pria | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Startup: Tantangan Terjun ke Industri Fashion Pria
Gading Perkasa | Works

Terjun ke industri fashion dipenuhi oleh berbagai tantangan, khususnya di industri fashion pria. Setiap produk yang dibuat haruslah berkualitas, agar diminati oleh konsumen. Mewujudkannya bukan perkara sepele.

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Hal itulah yang dirasakan oleh Deka. Memiliki pengalaman sebagai tailor, ia mulai serius menggeluti industri fashion pria dengan brand iCloth Store pada tahun 2013.

“Tadinya basic saya adalah penjahit, yang membuat baju khusus pria. Seiring berjalannya waktu, saya membuka iCloth Store di tahun 2013. Sempat jatuh bangun, dan kembali lagi di tahun 2015 (online),” kata Deka kepada MALE Indonesia.

Bersama temannya yang mempunyai satu misi, akhirnya Deka menjalani bisnis berdua. Jumlah tim inti iCloth Store sendiri ada delapan orang. Sementara tim konveksi sekitar 20 orang.

Target pasar yang diincar oleh Deka adalah men only, berusia 20-40 tahun. Berbagai produk atasan seperti kemeja, flanel, dan batik tersedia di iCloth Store, dengan varian lebih dari 30 jenis.

Salah satu perbedaan brand miliknya dari brand lain, yaitu perihal ukuran item yang dihadirkan. “Kami menyediakan custom size, sampai 10 XL. Kendala pria sekarang, ukuran tubuhnya agak besar. Jadi kami mengarah ke sana. Responnya lumayan bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Deka, item yang dijual di iCloth Store memiliki rentang harga di kisaran 150-300 ribu rupiah. “Kami mengedepankan kualitas, dengan harga yang terjangkau oleh konsumen,” ujarnya lagi.

Seperti telah disinggung di paragraf awal, berbisnis di industri fashion pria tidak selalu berjalan mulus. Kata Deka, kendala menjalankan bisnis fashion (khususnya online) yaitu perlu usaha lebih dalam mengenalkan brand ke masyarakat.

“Akhirnya kami memanfaatkan fitur-fitur iklan di Instagram dan marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak untuk mempromosikan iCloth Store. Selain itu, kami juga berkenalan dengan sesama pelapak, sehingga pasar kami semakin berkembang,” ucap Deka.

Saat ini, toko ‘fisik’ iCloth Store berada di kawasan Arco Raya, Depok. Namun ia sudah berencana membuka store baru di Tambun, Bekasi. “Mengapa di pinggiran ibukota? Karena offline store agak redup, dan biaya sewa di Jakarta cenderung tinggi,” katanya.

Ekspektasi dalam waktu lima tahun ke depan, ia berharap agar brand iCloth Store mampu menyaingi Manzone. Keyakinannya bukan tanpa alasan, sebab ia mengaku dikelilingi oleh orang-orang yang expert di bidangnya.

Ia pun membeberkan sedikit tips bagi siapa saja yang ingin merambah industri fashion pria. “Paling penting, Anda coba dulu. Gandeng orang-orang yang ahli,” tuturnya.

“Memang, setiap orang punya ketakutan ketika memulai bisnis. Namun kalau Anda tidak mengendalikan ketakutan tersebut, sulit untuk berubah,” tuturnya lagi. [GP]

SHARE