Lady Godiva, Pengorbanan Wanita Berkuda Telanjang | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Lady Godiva, Pengorbanan Wanita Berkuda Telanjang
Sopan Sopian | Story

Lady Godiva adalah seorang wanita bangsawan Inggris yang hidup pada abad ke-11. Meskipun ia termasuk kelas atas, ia memiliki reputasi sebagai dermawan. Kerap membantu kalangan menengah ke bawah. 

Photo by Armbrust on Wikipedia

Atas perhatiannya pada orang miskin inilah Lady Godiva menjadi legenda paling terkenal. Tetapi, legendanya ini bukan hanya pada perhatian terhadap kaum miskin, tetapi juga ada fakta menyebutkan bahwa, ia adalah wanita bangsawan yang menaiki kuda dan berkeliling kota tanpa busana. Dan hal inilah yang menjadi ingatan tentang sososk Lady Godiva.

Siapa Lady Godiva?
'Godiva' dikatakan sebagai bentuk bahasa latin dari nama Inggris Kuno 'Godgyfu' atau 'Godgifu', yang dapat diterjemahkan secara harfiah berarti 'hadiah Tuhan' atau 'hadiah yang baik'. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan awal Lady Godiva, kapan dan di mana dia dilahirkan, siapa orang tuanya, dan lain sebagainya.

Dalam laman ancient-originas, teka-teki Lady Godiva tercatat berkat sejarah suaminya, Leofric, Earl of Mercia. Leofric adalah salah satu bangsawan Inggris yang paling kuat yang hidup selama abad ke-11. Ketika raja Inggris, Cnut, meninggal pada 1035, Leofric adalah pendukung Harold I, yang dikenal juga sebagai Harold Harefoot, yang menjadi raja Inggris. 

Pada 1051, berkat Leofric perang saudara dapat dihindari, karena Earl mampu menyelesaikan konflik antara Raja Edward sang Pengaku dan Earl Godwin dari Gloucester saling bertemu dalam pertempuran.

Kendati nama Lady Godiva ditemukan bersama catatan suaminya, tetapi para sejarawan tidak banyak menyebutkan sejara lengkap. Versi paling awal dari cerita Lady Godiva ditemukan dalam Chronica of Roger of Wendover (seorang biarawan di St. Albans Abbey), yang berasal dari abad ke-13. 

Di bawah tahun 1057 AD (tahun kematian Leofric), penulis sejarah menulis bahwa earl telah memungut pajak berat pada orang-orang Coventry. Lady Godiva sering mendesak suaminya untuk berhenti memajaki penduduk kota, sehingga meringankan beban mereka, meskipun tidak berhasil.

Photo by AndreasPraefcke on Wikipedia

Akhirnya, Earl setuju untuk mengabulkan permintaan Lady Godiva, dengan syarat bahwa dia mengendarai kuda di kota dengan telanjang. Dia setuju untuk melakukannya. Lady Godiva menanggalkan pakaiannya, menutupi seluruh tubuhnya dengan rambut panjangnya, kemudian menaiki kuda. Ditemani oleh dua ksatria, Lady Godiva mengarungi kota. Leofric menepati janjinya dan orang-orang Coventry tidak lagi diminta membayar pajak ke Earl.

Kendati ada versi pertama, namun beberapa versi berbeda dari cerita itu. Yang paling terkenal adalah cerita abad ke-17. Dalam versi dongeng ini, Lady Godiva meminta agar orang-orang Coventry tetap tinggal di dalam rumah dan tidak mengintipnya saat dia mengarungi kota, untuk melindungi kesederhanaannya.

Warga kota melakukan apa yang diminta, kecuali seorang pria dengan nama Thomas, yang tidak bisa menahan diri, dan mengintip Lady Godiva. Beberapa cerita menyebutkan, Thomas kemudian dipukul hingga buta atau mati melihat dari jendela.

Photo by Austriacus on Wikipedia

Cerita Rakyat atau Legenda?
Beberapa ahli berpendapat bahwa cerita Lady Godiva adalah buatan alias hanya cerita rakyat belaka atau dongeng semata. Ada juga perdebatan di mana Lady Godiva memiliki kekuatan, kekayaan, dan tanah yang luas. Bahkan telah dikatakan bahwa dia akan menjadi orang yang bertanggung jawab atas pajak tanah rakyatnya. 

Ketika Lady Godiva masih hidup, dia memiliki hak untuk menceraikan suaminya yang konon kejam dan berpegang pada harta dan kekayaan yang dia warisi. Jadi, jika dia naik kuda dengan telanjang, beberapa sejarawan mengatakan itu sebagai bentuk penebusan dosa, karena Lady Godiva adalah seorang yang taat. *** (SS)

SHARE