Perlu Batasan, Ini Efek Olahraga Terlalu Berat - Male Indonesia
Perlu Batasan, Ini Efek Olahraga Terlalu Berat
MALE ID | Sport & Hobby

Melakukan olahraga atau aktivitas fisik merupakan salah satu pilar penting dalam hidup. Melakukan olahraga setiap hari, Anda sudah membantu tubuh Anda untuk menciptakan keseimbangan antara energi yang didapat dengan energi yang dikeluarkan oleh tubuh Anda.

Olahraga  - male Indonesiapexels.com

Untuk itu, setiap orang disarankan untuk melakukan olahraga setiap hari. Tidak perlu yang susah, olahraga bisa Anda lakukan dengan berjalan, senam, jogging, bersepeda, maupun bermain sepak bola dengan teman, dan lainnya. 

U.S. Department of Health and Human Services merekomendasikan untuk melakukan olahraga selama setidaknya 150 menit per minggu dalam bentuk olahraga intensitas sedang (seperti  jalan cepat dan berenang ) atau selama 75 menit per minggu dalam bentuk olahraga intensitas tinggi (seperti berlari). Waktu ini bisa Anda bagi-bagi dengan teratur setiap harinya.

Di Indonesia sendiri, Anda direkomendasikan untuk melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Umumnya, Anda bisa melakukan olahraga setidaknya selama 30 menit setiap hari.

Menurut Russell Pate, Ph. D, anggota komite penasihat pedoman diet Amerika Serikat dalam laman WebMD mengatakan, jika Anda sudah melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari, tetapi Anda masih mengalami kenaikan berat Anda, Anda perlu untuk meningkatkan waktu olahraga Anda sampai 60 menit setiap hari untuk mencegah kenaikan berat badan.

"Dan batasnya adalah selama 90 menit setiap hari bagi orang yang kelebihan berat badan (overweight), kehilangan berat badan dalam jumlah besar, dan yang mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang," ujar Pate.

Efek Jika Olahraga Terlalu Berat
Terapis Gizi, Hannah Braye mengatakan bahwa, olahraga berat dan berlebih berdampak negatif bagi kesehatan usus. Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh meningkatnya peradangan yang merusak lapisan usus dan komposisi bakteri.

“Inilah sebabnya banyak pelari maraton sering menhalami masalah pencernaan. Oleh karena, ada baiknya mengambil langkah ekstra untuk mendukung kesehatan usus, jika Anda adalah atlet ketahanan,” tegas Hannah, dalam laman Express.

Di lain pihak, olahraga yang dilakukan terlalu lama dapat memberi stres pada tubuh Anda dan bahkan dapat menyebabkan overtraining. Overtraining  dapat menyebabkan Anda mengalami kelelahan yang berkepanjangan, cedera otot dan sendi, kehilangan motivasi, mudah marah, membuat kualitas tidur menjadi buruk, berkurangnya nafsu makan, mengubah fungsi kekebalan tubuh dan hormon, serta dapat menurunkan kepadatan tulang. Untuk itu, olahragalah secara porsi dan aturannya. *** (SS)

SHARE