Makan Terlalu Malam Bisa Kena Penyakit Berbahaya - Male Indonesia
Makan Terlalu Malam Bisa Kena Penyakit Berbahaya
MALE ID | Sex & Health

Penyakit kanker jadi salah satu penyakit mematikan di dunia, dan sebuah survei menunjukkan, pria lebih rentan terkena kanker jika dibandingkan wanita. Gaya hidup tak sehat serta enggan berkomunikasi dengan dokter diduga sebagai penyebab utamanya. 

makan malam - male indonesiaMaxpixel.net

Peneliti dari University of Leeds, Profesor David Forman mengatakan pria memiliki kecenderungan enggan mengunjungi dokter. Hasil survei mencatat lebih dari 62% pria terdiagnosa terkena kanker dan 69% meninggal karenanya. Untuk jenis kanker lain, angkanya pun cukup mengejutkan.

Misalnya, di Inggris, sekalipun tidak terdapat alasan biologis, pria di negara itu beresiko terkena kanker kantung kemih tiga kali lipat serta beresiko kematian dua kali lipat karena kanker ginjal.

Penyakit kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang abnormal dan tidak terkendali. Sel kanker bisa terjadi di mana pun pada tubuh Anda, mulai dari otak hingga kulit Anda. Awalnya sel kanker hanya menyerang area tertentu, tanpa perawatan sel kanker bisa menyebar dan menyerang jaringan tubuh yang lain.

Makan Terlalu Malam Timbulkan Kanker?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Barcelona Institute yang diterbitkan pada International Journal of Cancer menunjukkan bahwa waktu makan di malam hari bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker.

Pada studi tersebut, peneliti mengamati data dari 621 peserta pria dengan kanker prostat dan juga mengamati 872 pria yang tidak bekerja dengan shift malam. Peserta penelitian diminta untuk mengisi kuesioner dan melakukan wawancara tatap muka mengenai kebiasaan makan dan tidur serta faktor risiko lainnya. 

Para peserta pun melaporkan jam di mana mereka biasanya sarapan, makan siang, dan makan malam. Sepertiga dari jumlah peserta juga memiliki kebiasaan ngemil di sore hari, dan 7 persen peserta sering makan camilan setelah makan malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan malam sebelum pukul 9 malam atau makan setidaknya dua jam sebelum tidur memiliki risiko kanker prostat lebih rendah sekitar 20 persen dibanding orang yang makan terlalu malam, yaitu di atas pukul 10.00.

Beberapa profesi seperti pramugara, perawat, petugas IGD, dan petugas keamanan sering kali harus bergilir untuk masuk kerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari. Mereka yang bekerja shift malam tetap harus waspada di malam hari. Waktu kerja ini bisa menggeser waktu makan jadi lebih malam atau cenderung ngemil untuk mengusir rasa kantuk.

Katie Ferraro, seorang pakar gizi dan dosen dari University of California di Amerika Serikat berpendapat bahwa orang yang bekerja shift malam akan bangun lebih siang dan melewatkan olahraga pagi. Akibatnya, mereka sangat mudah mengalami kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk semua jenis kanker.

Selain kenaikan berat badan, makan terlalu malam serta perubahan waktu tidur juga bisa mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Jam biologis tubuh mengatur kadar hormon, siklus tidur dan bangun, metabolisme, serta mekanisme penting lainnya pada tubuh, termasuk perkembangan sel-sel di dalam tubuh.

Jadi, kelainan atau pertumbuhan sel yang tidak normal dalam tubuh bisa saja berkembang menjadi penyakit kanker. Makan terlalu malam memang bukanlah faktor risiko tunggal penyakit kanker. *** (SS)

SHARE