Baik & Buruk Ketergantungan pada Hubungan - Male Indonesia
Baik & Buruk Ketergantungan pada Hubungan
MALE ID | Relationships

Konotasi ketergantungan adalah sinonim untuk yang lemah, tidak berdaya, menempel, tidak mampu, tidak dewasa dan inferior. Secara alami, pria tidak ingin menjadi salah satu dari hal-hal itu, jadi saat melihat ketergantungan dalam hubungan romantis sebagai disfungsional, sebagai hal yang buruk, sebagai sesuatu yang harus dihindari dengan segala cara.

Photo by Max Rovensky on Unsplash

Maka dari itu, tidak sedikit pria untuk berusaha mandiri. Berusaha tidak perlu atau mencari kenyamanan atau dukungan (karena sekali lagi, membutuhkan mereka (kekasih) berarti menyedihkan dan lemah). Sehingga seoalah-olah tidak terlalu dekat dengan kekasih. 

Untuk memanipulasi pasangan, sebagian besar pria menyimpan pikiran dan perasaan kepada diri sendiri (setidaknya yang memalukan atau sedih atau menyakitkan). Atas nama gengsi mungkin menjadi salah satu alasannya. 

Kendati tidak bisa dimungkri, bahwa ketergantungan membutuhkan kerentanan. Itu mengharuskan Anda berbagi hati dan jiwa Anda, karena inilah cara Anda berhubungan. Ini adalah bagaimana Anda memupuk ikatan yang intim dan mendalam. Dan itu menakutkan, karena itu berarti menempatkan diri Anda di tempat yang berpotensi terluka.

Seorang psikologi, Kelly Hendricks, menceritakan bahwa banyak pria yang khawatir jika perasan lembutnya diketahui wanitanya dan itu membuat mereka takut untuk ditinggal. "Jika saya membiarkan kekasih saya melihat sisi lembut saya, apakah dia tidak lagi memandang saya sebagai 'pria?' Akankah dia masih melihatku sebagai pria yang dia pilih? Apakah dia akan melihat saya sebagai pria 'lemah'?”, ucap Hendrick menirukan kekhawatiran pasiennya dalam laman psychcentral.

Hendricks mendefinisikan ketergantungan sebagai kebutuhan keterikatan emosional bawaan untuk bertahan hidup yang secara langsung dan bermanfaat bagi seseorang untuk merasakan rasa aman dan keamanan emosional yang mengarah pada kepercayaan dan kepercayaan untuk terhubung secara mendalam dengan diri dan dunia seseorang.

Selain itu, Hendricks juga mencatat bahwa hal itu adalah hal yang diperlukan manusia, karena manusia perlu merindukan dan mencari koneksi emosional yang mendalam, kenyamanan dan kepastian dari pasangan romantis. Bahkan, kata dia, kontak antar manusia yang penuh kasih sangatlah penting. 

"Ketergantungan yang sehat adalah memiliki ikatan yang aman dengan pasangan Anda. Secara emosional tersedia, emosional terlibat dan responsif secara emosional," kata Hendricks. 

Faktanya, menurut penelitian dan teori keterikatan, semakin terhubung secara emosional Anda dengan sosok keterikatan pasangan romantis, Anda akan semakin percaya diri tentang diri Anda dan dunia di mana Anda kemudian menavigasi dengan keberanian dan kepercayaan yang lebih besar. *** (SS)

SHARE