Hindari Kesalahan Ini dalam Merawat Pakaian Sport - Male Indonesia
Hindari Kesalahan Ini dalam Merawat Pakaian Sport
MALE ID | Looks

Merawat pakaian sport atau pakaian olahraga sangatlah penting. Karena pakaian olahraga khususnya lari, memiliki bahan khusus. Karena kelenturan untuk pakaian lari benar-benar diperhitungkan oleh pembuatnya.

pakaian olahraga - Male Indonesiapexels.com

Entah malas atau ada alasan lain, terkadang merawat pakaian olahraga khususnya lari disamakan dengan merawat pakaian lari, dalam hal ini saat mencucinya. Padahal salah saja cara mencuci, pakaian olahraga Anda akan cepat rusak. Kesalahan berikut ini perlu Anda perhatikan sebagai cara menghindari kerugian untuk Anda sendiri. 

Acuh dengan Label
Produsen memberikan sejumlah informasi penting pada label mini yang dijahit pada pakaian lari Anda. Ini seharusnya menjadi perhatian Anda sebelum mencuci pakaian lari. Sebagian dari label ini akan menginstruksikan bagaimana cara mencuci pakaian lari yang benar. Misalnya, jangan gunakan panas, jangan memakai pemutih, dan sebagainya. 

Jadi, sangat penting untuk memeriksa label ini agar pakaian lari Anda tetap awet. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan label yang menyebutkan pengaturan tingkat panas, dan jika ragu, beralihkan ke air dingin. Bahan high-performance tidak dirancang untuk menghadapi air panas. Ini akan membuat lemah serat nilon atau lateksnya.

Membiarkan Berhari-hari
Di keranjang cucian yang tertutup dan lingkungan yang gelap, bakteri yang menyebabkan bau tak sedap bisa berkembang, hal itu dapat mencemari pakaian lari Anda dengan aroma yang menyengat. Karen Welch, Ph.D., peneliti senior di Microban, mengatakan, selain itu hal utama penyebabnya adalah kelembaban yang diciptakan keringat Anda. 

Ketika Anda memiliki sesuatu yang lembab, kata Welch, akan memromosikan perkembangan bakteri. Semakin lama bakteri berkembang, aroma tak sedap yang tercipta makin kuat. Menurut Lindsey Boyd, salah satu pendiri The Laundress, produsen deterjen dan pembersih yang bersahabat dengan lingkungan, meninggalkan pakaian lari yang basah oleh keringat di tumpukan adalah hal terburuk yang Anda lakukan terhadap perlengkapan olahraga Anda. 

Boyd merekomendasikan langkah preventif untuk hal ini, dari pada ditumpuk, lebih baik digantung dan keringkan segera pakaian lari Anda yang basah setelah berlari. Ketika sudah kering, Anda bisa menempatkannya di keranjang cucian dan mencucinya kapanpun Anda ingin melakukannya.

Tidak Menggunakan Deterjen Khusus
Beberapa tahun terakhir, produsen deterjen memperkenalkan produk yang dirancang khusus untuk pakaian olahraga high-performance. Dan ini bukan sekadar strategi pemasaran. Ahli pembersihan mengatakan, produk-produk ini bisa efektif memerangi aroma tak sedap dan noda dengan menggunakan enzim (seperti protease, mannanase, dan amylase) yang ada dalam formula.

Serupa dengan apa yang mereka lakukan pada tubuh, enzim-enzim ini memecah kotoran (debu, minyak tubuh, dan keringat) yang terbentuk. Dan ini sangat penting ketika Anda merawat pakaian olahraga. Sangat penting untuk menggunakan deterjen yang memang dikhususkan untuk merawat pakaian olahraga agar terhindar dari bau dan noda.

Namun, apapun merek yang Anda pilih, pastikan tidak menambahkan deterjen secara berlebihan untuk memerangi aroma tak sedap yang muncul. Hal itu justru meninggalkan banyak residu pada pakaian olahraga Anda. Dan residu ini akan menjadi makanan bakteri dan jamur yang akan menciptakan bau tak sedap.

Pelari yang berbasis di Boston, Jon Salas, mengaku menggunakan campuran seperempat cangkir baking soda dan satu cangkir cuka untuk memerangi aroma tak sedap. Jika Anda mengombinasikan keduanya di mesin cuci, Anda memiliki Oxyclean alami yang murah untuk mencuci dan melindungi pakaian olahraga Anda, ujarnya.

Menggunakan Pengering
Pengering menimbulkan kerusakan pada pakaian olahraga high-performance, khususnya di pengaturan suhu panas yang tinggi, karena hal ini memecah serat sintetis. Di saat bersamaan, pengering bisa menyebabkan penyusutan. Pengering ibarat pembunuh untuk pakaian olahraga yang mahal. Selain itu juga dapat mengurangi elastisitas.

Selain itu, menggunakan pengering mengakibatkan fitur seperti kantung atau resleting tidak bertahan baik. Peringatan terakhir? Pengering bisa memanaskan bakteri apa saja yang ada dalam pakaian Anda. Hal ini menyebabkan keluarnya aroma yang tercium seperti pakaian yang belum dicuci.

Para ahli merekomendasikan untuk mengeringkan pakaian Anda secara alami. Ya, memang cukup menyita waktu. Tapi langkah ini akan menjaga pakaian olahraga Anda, dan membuatnya bertahan lebih lama. Untuk mempercepat proses pengeringan, ujar Devin Donaldson, pendiri The Optimist Co., produsen perlengkapan pembersih dan pencuci alami, jemur dengan menempatkan kipas angin di dekatnya.

Menggunakan Pelembut
Meski bahan ini membuat handuk dan seprai terasa halus dan segar, pelembut pabrikan apakah itu berbentuk cair, dan sebagainya bisa merusak pakaian olahraga. Pelembut pabrikan juga dapat menyumbat bahan pakaian olahraga Anda sehingga membuat pakaian Anda tidak memiliki memampuan mengusir kelembaban. Dan ini jelas mempertahankan aroma tidak sedap.

Ahli merekomendasikan untuk menggunakan setengah cangkir cuka untuk melembutkan pakaian lari Anda, tergantung banyaknya cucian yang akan Anda masukkan  ke mesin cuci Anda. Cuka bertindak sebagai pelembut alami tanpa efek negatif pada pakaian lari Anda, sekaligus membantu mengusir aroma tak sedap. *** (SS)

SHARE