Nuansa Abad Pertengahan di Kota Brugge, Belgia - Male Indonesia
Nuansa Abad Pertengahan di Kota Brugge, Belgia
MALE ID | Relax

Begitu menginjakkan kaki di kota Brugge, wisatawan dapat dengan mudah membayangkan masa-masa dimana kota ini dipenuhi oleh pedagang dari seluruh penjuru Eropa.

pixabay

Kota Brugge terletak di barat laut Belgia. Dahulu kala merupakan pusat perdagangan utama di Eropa abad pertengahan, serta pusat seni dan arsitektur selama renaissance.

Pusat bersejarah di Brugge telah mempertahankan karakternya berabad-abad dan kini ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Sejak didirikan pertama kali oleh bangsa Viking, lokasinya yang strategis membantu kota Brugge menjadi pusat perdagangan. Para saudagar dari utara dan selatan Eropa bertemu di sana --membawa bahasa dan pengaruh budaya yang akhirnya menyatu.

Selain itu, Brugge juga dikenal sebagai pusat sekolah lukis yang telah melahirkan beberapa maestro seperti Jan van Eyck dan Hans Memling.

Namun, di tahun setelahnya, nasib kota Brugge berubah drastis. Selat Zwin yang menghubungkan Brugge dengan Laut Utara mulai dipenuhi lumpur. Itu menyebabkan selat ini tidak mudah dilacak dan wilayah Brugge terpotong dari lautan.

Pada tahun 1500-an, Brugge yang dulu merupakan pusat perdagangan Benua Biru, mulai tergantikan oleh Antwerp. 3 abad berselang, kota bersejarah ini bahkan menjadi yang termiskin di Eropa.

Walau demikian, nasib kota tersebut berubah lagi di abad ke-20. Brugge terhindar dari kerusakan besar yang dipicu oleh Perang Dunia II. Sehingga, warisan arsitekturnya tetap utuh. Kota Brugge mendapat kesempatan baru, yakni sebagai pusat wisata.

Bert Kaufmann/flickr

Kini, para pengunjung dari seluruh penjuru dunia bisa menikmati wisata kapal apung di kanal bersejarah di jembatan baru sembari ditemani kawanan angsa. Mengelilingi jalan berbatu dengan kereta kuda, atau menyesap secangkir kopi di kafe sepanjang trotoar.

Beberapa bangunan asli bergaya Gothic masih ada di sana, termasuk menara lonceng abad ke-13 yang mengesankan.

Lonceng-loncengnya (jumlahnya 47 buah) telah menjadi ciri kota itu selama berabad-abad. Pengunjung bisa menaiki 366 anak tangga untuk melihat panorama indah dari atas bangunan.

Cara Mengunjungi Brugge
Perjalanan ke Brugge dapat dilakukan selama satu hari dari kota Brussel. Anda bisa menggunakan transportasi kereta api, bus, dan mobil.

Kota ini mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Atau memakai jasa tur perahu, kereta, dan sepeda sewaan.

Situs utama di pusat kota Brugge meliputi Market Square, menara lonceng, Groeninge Museum, dan Basilica of the Holy Blood.

Jika Anda ingin naik ke menara lonceng, sebaiknya datang lebih awal karena antrean akan semakin panjang seiring berjalannya waktu.

Belgia memiliki iklim sedang sepanjang tahun. Namun, demi menghindari hujan musim dingin dan keramaian di musim panas, pertimbangkan datang pada bulan April, Mei atau September. [GP]

SHARE