Teka-teki Path Umumkan The Last Goodbye - Male Indonesia
Teka-teki Path Umumkan The Last Goodbye
MALE ID | Digital Life

Media sosial berbagi momen yang pernah hits di tanah air, Path, dikabarkan bakal menyudahi perjalanannya. Nantinya, Path tak lagi dapat diakses dan dipakai oleh penggunanya.

path - male Indonesia

Informasi Path akan tutup pertama kali diketahui dari akun Twitter @wowadit. Dalam gambar yang dibagikannya, pihak Path mengucapkan salam perpisahan.

Karena informasi ini, netizen yang pernah memakai jejaring sosial Path pun banyak yang bernostalgia lewat cuitan di timeline Twitter.

Sebenarnya, kabar kalau Path akan tutup usia sudah beredar sejak lama. Di timeline Twitter, terungkap bahwa Path mengumumkan akhir kiprahnya disertai embel-embel “the last goodbye”. Tampaknya pengumuman ini ditujukan bagi pengguna yang masih memakai aplikasi tersebut.

“Dengan sangat menyesal, kami harus menginformasikan kalau Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs kami untuk detail terkait restore atau refund,” tulis pihak Path.

Belum bisa dipastikan, apakah pengumuman itu menandakan Path ditutup secara utuh, atau berganti ke wajah baru. Namun yang pasti, kabar tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi pengguna dan bekas penggunanya.

Wajar saja demikian, mengingat Path sempat menjadi salah satu media sosial paling digandrungi di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis pengguna Path terbanyak.

Masih Aktif Tahun Ini
Maret 2018 lalu, CEO Path, Dave Morin masih tampak aktif dengan media sosial besutannya. Hal itu terlihat dari dampak kasus penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

Media sosial berwarna merah ini, langsung mengambil langkah besar agar kejadian serupa tak menimpa mereka. Lewat akun Twitter miliknya, Dave Morin berkata bahwa ia juga sudah diberondong banyak permintaan pengguna agar data mereka tetap aman.

Oleh karenanya, ia mempertimbangkan untuk merombak aplikasi supaya lebih baik lagi. Sekadar informasi, Path memang hanya hadir dalam versi aplikasi, baik versi iOS atau Android.

Unggahan Dave sontak menerima ratusan balas dan di-like hingga ribuan kali, tak terkecuali mantan Director of Engineering Path, Mike DiCarlo dan beberapa investor.

Skandal yang menimpa Facebook bisa dibilang paling buruk sepanjang sejarah perusahaan. Betapa tidak, data itu ternyata diperlukan untuk pemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Buntut dari skandal tersebut, para pengguna Facebook kesal dan khawatir karena mereka bisa saja menjadi korban. Mereka pun berbondong-bondong menyerukan tagar #deletefacebook di Twitter.

Di momen ini, Path sebetulnya bisa mengambil peluang besar, membangun ulang aplikasi dengan tingkat perlindungan dan keamanan data yang lebih baik. Tapi apa daya, pamornya sudah meredup seiring kehadiran Instagram. [GP]

SHARE