Melacak Peran Digital Bagi Anda Generasi Z - Male Indonesia
Melacak Peran Digital Bagi Anda Generasi Z
MALE ID | Digital Life

Semua telah memahami, bahwa mereka yang termasuk milenial atau juga disebut Gen Z adalah masyarakat digital. Mereka tidak bisa dilepaskan dari sebuah perangkat internet, gadget, hingga game. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, di Amerika Serikat, Gen Z akan mendominasi populasi hingga 40 persen pada 2020, dan mereka memiliki USD 140 miliar daya beli.

Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Bahkan, dalam halaman ZDnet, populasi dan daya beli ini menghasilkan simpulan bahwa jika vendor teknologi mampu menggunakan taktik yang tidak salah sasaran. Ad Age bersama dengan Student Affinity Network UNiDAYS pun mencoba meneliti hubungan tersebut.

Sebanyak 22.723 responden perguruan tinggi dari Amerika, Inggris, Australia, dan Selandia Baru pun diriset untuk mencari tahu tentang penggunaan teknologi dan kebiasaan pembelian mereka. Dari segi kepemilikan perangkat, hampir seluruh responden yakni 97% memiliki smartphone dan 93% memiliki laptop. 

Kemudian, kurang dari setengah responden sekira 44,2% memiliki tablet, 14% memiliki jam pintar, dan hanya 3,5% memiliki peralatan VR sendiri. Menariknya lagi, mayoritas dari mereka mengatakan jika menggunakan hampir 10 aplikasi per hari. Selain itu, dua dari tiga atau sekira 66% melakukan pembelian aplikasi musik, dan 31% melakukan pembelian untuk permainan dan hiburan.

Lebih lanjut, pola konsumtif Gen Z sering dikatakan memiliki ketergantungan yang besar pada ponsel cerdas, namun survei tidak sepenuhnya mendukung. Hanya beberapa dari mereka yang menggunakan ponsel untuk belanja online, sebagian besar menggunakanya untuk browsing, perbandingan harga, mencari ulasan produk, memeriksa ketersediaan barang, dan mencari lokasi toko di perangkat mereka.

Menariknya, sekira 60% responden mengatakan bahwa mereka lebih suka menggunakan PC desktop untuk melakukan pembelian secara online. Sementara itu dari sisi konsumsi berita, hampir 79% generasi milenial menggunakan media sosial, 50,6% dari media TV, dan hanya 12,7% dari media cetak.

Meskipun tidak banyak, hal ini membuktikan bahwa walau pun konsumsi internet sudah sangat besar untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa dari mereka masih menyukai media konvensional. Lalu bagaimana dengan Anda? Pakah juga masih menyukai media konvensional atau justru benar-benar sudah beralih ke digital? *** (SS)

SHARE