Dekati Wanita Baru Putus, Pria Harus Paham Hal Ini | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Dekati Wanita Baru Putus, Pria Harus Paham Hal Ini
Sopan Sopian | Relationships

Perasaan asmara memang tidak bisa dicegah, kecuali bagi mereka yang merasa tidak percaya diri atau tidak jantan sebagai pria. Maka dari itu ada pepetah bagi para pecinta bahwa sebuah perasaan harus segera diungkapkan daripada menyesal di belakang. Lalu apakah etis untuk 'menembak' wanita yang baru putus hubungan?

baru putus-male IndonesiaPhoto by Anthony Tran on Unsplash

Tak bisa disalahkan juga kalau kebetulan orang yang Anda cintai baru menyelesaikan kisah lama dengan mantannya. Sah-sah juga jika Anda ingin mendekatinya. Tapi perlu diingat pula bahwa air matanya mungkin belum kering total. Hatinya masih tergores. Ketika Anda ingin mendekatinya, jangan terburu-buru.

Anda harus ekstra sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk mengajaknya berkomitmen. Jangan berharap si dia bersedia untuk berkomitmen pada hubungan atau membuat rencana masa depan terlalu cepat. 

Beri si dia ruang dan waktu bergerak dari masa lalu sebelum kembali ke tuntutan komitmen baru. Selain Anda jangan buru-buru, Anda perlu memerhatikan hal berikut ini sebelum Anda 'menembak' si dia yang baru putus.

Jangan Berharap Lebih
Orang yang Anda sukai pasti akan membutuhkan sedikit ruang pribadi dan dia mungkin tidak sepenuhnya tertarik kepada Anda sejak hari pertama. Jangan berharap muluk dia akan memanjakan atau menjadikan Anda bagian penting dari kehidupannya secepat itu. Bahkan jangan berharap banyak dia akan berbagi emosi terdalam dengan Anda.

Memahami Si Dia yang Belum Bisa Move On
Jika dia dan mantan masih memiliki hubungan pertemanan, jangan langsung marah. Anda mungkin merasa tidak aman karena mantannya masih hadir di dalam hidupnya. Satu-satunya cara untuk menghadapi situasi ini adalah melakukan percakapan jujur tentang hal ini.

Jangan Baper
Tidak peduli dia mengklaim telah melewati patah hati, ada kemungkinan besar membahas tentang kenangannya. Hal itu normal. Tidak ada yang bisa melupakan masa lalunya dalam beberapa bulan. Jadi, setidaknya di bulan-bulan awal, jangan baper (bawa perasaan), apalagi marah jika si dia membicarakan topik dari hubungan sebelumnya. Cobalah untuk mendukung dan selalu menunjukkan sisi terang kepada pasangan.

Jangan Memaksakan Diri
Sebelum Anda berencana untuk membawa kedekatan ini ke tingkat yang lebih tinggi, pastikan bahwa pasangan dia tidak memperlakukan hubungan ini sebagai rebound. Jika dia masih ragu-ragu tentang hubungan ini atau memperlakukan Anda seperti 'pilihan gampang', mundur selangkah dan renungkan bagaimana menghadapi situasi ini secara pragmatis. *** (SS)

SHARE