Jas Era 40-an yang Kembali Jadi Tren Fashion - Male Indonesia
Jas Era 40-an yang Kembali Jadi Tren Fashion
MALE ID | Looks

Tren fashion tidak pernah sepenuhnya berkembang. Ia hanya berulang dan senantiasa kembali lagi ke gaya yang lama, walau waktu terus berputar.

tren fashion - male indonesiapexels.com

Maka jangan heran, kalau tren fashion dengan nuansa vintage kian marak dan digandrungi oleh kalangan pria milenial.

Salah satu tren fashion pria yang kembali ke zaman sekarang adalah zoot suit. Zoot suit merupakan setelan pria yang memiliki ukuran ekstra besar. Tentu saja itu juga berlaku bagi celana yang dikenakan di atas pinggang.

Berdasarkan Oxford English Dictionary, kata zoot mengacu pada reduplication of suit. Pembuatan dan penamaan baju zoot telah dikaitkan dengan beberapa orang yang cukup terkenal pada masanya.

Sebut saja Harold C. Fox, desainer pakaian Chicago dan pemain terompet, Charles Klein dan Vito Bagnato dari New York City, Louis Lettes, seorang penjahit Memphis dan Nathan (Toddy) Elkus, retailer asal Detroit.

Alhasil, banyak pria mulai mengenakan jas kebesaran dengan kerah dan bahu yang lebar. Gaya berpakaian ini cukup populer di kalangan masyarakat Afrika Amerika, Chicano, Filipina Amerika dan Italia Amerika pada era 1940-an.

Sejatinya, latar belakang gaya fashion yang satu ini dipenuhi beberapa skandal. Zoot suit menuai kontroversi karena menghabiskan banyak bahan untuk membuatnya. Di samping itu, zoot suit identik dengan kejahatan dan kebrutalan.

Hampir sebagian besar pengguna zoot suit adalah pemuda pemberontak di berbagai daerah seperti Harlem, Chicago, Detroit dan Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka dianggap tidak patriotik kepada negara.

Sampai akhirnya, sebuah perang pecah antara para pengguna zoot suit dengan prajurit militer di California. Perang tersebut menyebar ke Los Angeles, yang dikenal sebagai Zoot Suit Riots.

Seorang Malcolm X yang mengenakan setelan zoot di masa mudanya menyebut pakaian itu sebagai “mantel pembunuh dalam bentuk menggantung, lipatan berulang, dan bahu empuk seperti sel-sel orang gila”.

Bagi beberapa pria, memakai setelan kebesaran adalah deklarasi akan kebebasan dan penentuan atas nasibnya sendiri, bahkan cenderung rebel atau membangkang.

Mereka zoot suit kerap memadukannya dengan topi fedora atau topi berwarna krem, terkadang disertai hiasan berupa bulu panjang, rantai jam yang menjuntai dari ikat pinggang ke bagian lutut, dan sepatu bergaya Prancis yang runcing.

Sejak tahun 2017, tren penggunaan zoot suit mulai digandrungi oleh para pesohor dunia maupun pria milenial. Item ini menjadi senjata utama dalam menaklukkan wanita, khususnya saat musim hujan datang.

So, kenapa Anda tidak mencobanya juga? Dengan perpaduan antara zoot suit dan item pendukung, gaya Anda akan kian stylish namun tetap terkesan jantan. [GP]

SHARE