Kecerdasan Buatan Microsoft, Tangkal Penipuan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kecerdasan Buatan Microsoft, Tangkal Penipuan
Gading Perkasa | Digital Life

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan sampai saat ini telah berada di tingkatan yang tidak pernah diduga siapa pun sebelumnya. Tentu saja, Anda pernah menyaksikan perangkat inovatif yang sanggup mengerjakan berbagai tugas layaknya manusia, bahkan lebih.

Max Pixel

Sejumlah nama tersohor di bidang teknologi semacam Google, Amazon dll dikenal sering mengembangkan perangkat dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang tak terhitung jumlahnya. Seolah enggan ketinggalan, Microsoft juga mengikuti langkah tersebut.

Perusahaan piranti lunak asal Redmond, Washington, Amerika ini seakan memiliki kewajiban untuk menghadirkan kecerdasan yang mampu meningkatkan produktivitas pengguna, bukan malah menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Dalam rangka menjawab tuntutan itu, Microsoft mencoba menawarkan solusi teknologi kecerdasan buatan yang disinyalir bisa menjadi alat bantuk demi memerangi penipuan internet melalui perangkat mobile.

Sebagaimana telah diketahui bersama, saat ini dunia perbankan telah melibatkan teknologi untuk menawarkan cara baru dalam melakukan transaksi. Dari mengirim uang, melakukan pembayaran serta masih banyak lagi.

Seluruh layanan itu kini sudah menjangkau perangkat mobile, walau di sisi lain menyimpan potensi ancaman, salah satunya penipuan.

Melansir laman resmi Microsoft, model kecerdasan buatan (AI) mereka diklaim sanggup ‘mencium’ situasi yang mengarah pada penipuan dalam waktu kurang dari dua detik. Ini memberikan waktu ekstra bagi pelanggan untuk mengambil langkah preventif.

Microsoft mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan mereka, sebagian besar penipuan ponsel dilancarkan melalui serangan swap kartu SIM.

Cara ini pada dasarnya terjadi ketika nomor ponsel diretas atau dikloning. Alhasil, peretas bisa lebih leluasa dalam memonitor dan mengakses seluruh pesan dan panggilan ke nomor tersebut.

Beberapa perbankan telah mengadopsi teknologi semacam ini. Walau begitu, model yang ditanamkan ke Microsoft Azure sangat berbeda, dimana ia mampu memangkas waktu respon secara signifikan serta meningkatkan akurasi deteksi dini.

Aktivitas seluler yang masuk sepenuhnya akan diawasi, juga mencakup profil perilaku. Setiap transaksi nantinya dievaluasi guna memastikan bahwa seseorang bersih dari upaya penipuan.

Satu lagi, tindakan yang relevan pasca deteksi pun ditentukan. Semua proses rumit itu dilakukan dalam waktu kurang dari 2 detik. [GP]

SHARE