MBW123 CBI, Touring & Galang Aktivitas Kemanusiaan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
MBW123 CBI, Touring & Galang Aktivitas Kemanusiaan
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Mobil Mercedes Benz dikenal akan kemewahan dan eksklusivitasnya. Itu sudah menjadi stigma umum di masyarakat. Penggemar mobil ini pun cukup banyak di dunia, terutama di Indonesia.

mercedes-benz-male-indonesia4

Rupanya, hampir sebagian besar orang tidak hanya mengoleksi tipe Mercedes Benz yang kekinian saja, melainkan juga tipe-tipe jadul dan antik. Salah satunya klub asal Bandung, Mercedes Benz W123 Club Bandung Indonesia (MBW123 CBI).

Berdasarkan penuturan Deden, Pembina MBW123 CBI, klub ini berdiri pada 2 Mei 1997 dilandasi oleh beberapa penggemar yang mempunyai Mercedes Benz tipe W123 (dikenal dengan Mercy Tiger), dan mereka sering berkumpul di kawasan Dago, Bandung.

“Mereka antara lain Agil, Andri Mediawan dan Ade Hedi. Ketiganya lantas mencetuskan nama klub Familie der W123 Bandung,” ujar Deden ramah kepada MALE Indonesia.

“Namun karena ada arahan dari Mercedes Benz Club Indonesia bahwa namanya harus mengikuti pakem Mercedes Benz Museum di Stuttgart, akhirnya kami ganti menjadi seperti sekarang. Nama klub kami tercatat di sana,” ujarnya lagi.

Melewati dua dekade usianya, MBW123 CBI tercatat memiliki jumlah anggota cukup banyak, yakni 250 anggota. Sementara yang aktif ada sekitar 100 anggota.

Click to Enlarge

Apa syarat bagi seseorang yang ingin bergabung ke klub MBW123 CBI? Deden menuturkan bahwa prosesnya hampir sama seperti klub-klub mobil pada umumnya.

“Syarat utamanya yaitu mempunyai Mercedes Benz W123 dan harus dilantik. Bentuk pelantikan kita cuma ada satu-satunya dari 92 klub Mercedes di Indonesia, berupa pelatihan di pantai atau gunung. Minimal wajib mengerti mengenai Mercedes tipe W123,” kata dia.

Kegiatan yang biasa mereka lakukan yaitu touring atau menjelajahi daerah-daerah di Indonesia. Serta melaksanakan tugas kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan dari klub di bawah naungan Mercedes Benz Club Indonesia untuk korban gempa bumi Lombok, Juli 2018 lalu.

Sedangkan, lanjut Deden, 123 Jelajah Indonesia adalah satu agenda event MBW123 CBI yang tujuannya mewadahi kegemaran dan minat tiap anggota untuk touring sembari mengenalkan keindahan alam Indonesia dari segi pariwisata.

“Awal September 2018, kami touring Bandung - Dili, Timor Leste, sebagai episode perdana dari lima episode 123 Jelajah Indonesia yang direncanakan,” ucap mantan Ketua Umum MBW123 CBI dua periode ini.

Male Indonesia

Sepanjang perjalanan klub, tentu ada namanya masa-masa pasang dan surut. Ia mengakui bahwa beberapa anggota sempat merasakan kejenuhan. Tapi itu semua bisa diatasi.

“Syukur, kami eksis terus di arena balapan di Sentul, Bogor. Kami ikut sudah dari tahun 2010, rata-rata meraih juara umum untuk kelas 2.800-3.000 cc dan retro klasik,” ujar Deden.

Ke depannya, MBW123 CBI akan menuntaskan episode 123 Jelajah Indonesia, yang masih tersisa lima episode. Lalu mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Mercedes Benz Club Indonesia ke-14 di Palembang, serta kunjungen ke museum Mercedes Benz di Stuttgart, Jerman.

mercedes-benz-male-indonesia4

“Lima seri 123 Jelajah Indonesia di tahun 2019 ke kilometer 0, Sabang. Tahun 2020 di Kalimantan, dan tahun berikutnya Sulawesi, Papua, sekaligus tur ke Malaysia serta Brunei,” tuturnya.

Deden memberi pesan kepada semua pemilik Mercedes Benz tipe klasik agar tidak perlu khawatir mengikuti touring jarak jauh, selama memperhatikan kondisi kendaraan dan melakukan perawatan secara rutin.

“Harapan kami, semoga MBW123 CBI bisa tetap eksis di dunia otomotif Indonesia. Serta bermanfaat untuk member, keluarga dan masyarakat tentunya,” kata Deden sembari mengakhiri wawancara bersama MALE Indonesia. [GP]

SHARE