Ada Fakta Baru dari Misteri Segi Tiga Bermuda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ada Fakta Baru dari Misteri Segi Tiga Bermuda
Sopan Sopian | Story

Segitiga Bermuda adalah tempat yang mengandung seribu misteri. Tempat yang berada di wilayah di Samudra Atlantik kerap menghilangkan beberapa benda yang melintasinya, cerita yang sering terdengar adalah kapal atau pesawat yang melintasi 'Segitiga Setan' itu.

Photo by Pixabay

Pada sejarahanya, di masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’.

Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah itu istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. 

The Sun sendiri melaporkan bahwa tempat tersebut  telah menelan lebih dari 1.000 jiwa dalam 100 tahun ini. Melansir laman Slash Gear, penelitian terbaru oleh para ilmuwan telah mengungkapkan misteri hilangnya kapal-kapal terdahulu. Hal itu disebabkan oleh gelombang jahat bernama Rogue.

“Ada badai di selatan dan utara yang datang bersamaan. Dan jika ada tambahan dari Florida, itu bisa menjadi formasi yang berpotensi mematikan dari gelombang jahat (Rogue),” kata Ahli Kelautan dan dosen di Univeristas Southampton.

Photo by Alphaios on wikipedia

Lebih lanjut, kata penelitian itu, gelombang Rogue tersebut sangat curam dan tinggi. Para peneliti mengukur tinggi gelombangnya mencapai 30 meter (98 kaki). Semakin besar kapalnya, maka kerusakan akan semakin besar terjadi. 

Jika Anda bisa membayangkan sebuah gelombang jahat dengan puncak di kedua ujungnya, tidak ada apa pun di bawah perahu itu, sehingga ia terbelah menjadi dua. Jika itu terjadi, itu bisa menenggelamkan perahu dalam hitungan dua hingga tiga menit.

Sementara itu, perwakilan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan jika gelombang jahat di Segitiga Bermuda telah menjadi bagian dari cerita rakyat selama berabad-abad. Tetapi hal tersebut baru ditelaah secara ilmiah beberapa dekade terakhir ini.

Pihak NOAA sendiri berpendapat terkait gelombang Rogue itu, menurutnya itu adalah gelombang yang lebih besar dari dua kali ukuran gelombang sekitarnya, sangat tidak terduga, dan sering datang secara tak terduga.

Gelombang Rogue diciptakan oleh gelombang-gelombang yang dihasilkan oleh badai yang diperlihatkan oleh arus bawah air. Kemudian, ada juga kombinasi dari puncak dua gelombang yang berpasangan, menciptakan interferensi konstruktif atau gelombang mega.

NOAA mencatat, gelobang tersebut bukan pertama kalinya dihipotesiskan sebagai salah satu penyebab hilangnya kapal di wilayah Segitiga Bermuda. Namun, di tahun 2018, tampaknya ini merupakan penjelasan yang paling masuk akal untuk beberapa mitos-mitos yang beredar, dari tempat berhantu hingga alien.

“Lautan selalu menjadi tempat misterius bagi manusia. Cuaca buruk atau navigasi yang buruk bisa menjadi tempat yang sangat mematikan. Selain itu, hilangnya kapal secara misterius di Segitiga Bermuda menjadi hal yang paling mengerikan daripada di wilayah lautan luas lainnya,” kata NOAA. *** (SS)

SHARE