Investigasi: Harapan Kencan Online Berakhir Zonk! | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Investigasi: Harapan Kencan Online Berakhir Zonk!
Jubun | Story

Adit (bukan nama sebenarnya), adalah seorang pria yang terbilang sukses sebagai pengusaha pariwisata di Bogor, Jawa Barat. Namun, kesuksesannya dalam karier tidaklah selaras dengan kisah cintanya. Ia kerap gagal dalam menjalin sebuah hubungan. Patah hati selalu menjadi kisah akhir dari setiap perjalanan cintanya.

Ilustrasi/Photo by Charles Deluvio on Unsplash

Sebagai pria yang pemalu platform media sosial dan beberapa platform kencan online menjadi senjata Adit untuk berkenalan dengan wanita. Dengan platform itu, ia lebih leluasa untuk memilih dan berkenalan. Satu persatu yang menurutnya memiliki tampilan menari, ia sapa dengan pembukaan perkenalan yang ramah.

HIngga akhirnya ia bertemu dengan Chika, seorang mahasiswa yang cantik. Selain itu, Chika juga punya kepribadian yang asik saat diajak ngobrol lewat chatting. Tak heran keduanya cepat akrab hingga akhirnya saling berteman di laman Facebook. Tak butuh waktu lama bagi mereka kemudian untuk saling bertukar nomor telephone.

Hari-hari Adit seperti kembali cerah. Ia seperti menemukan semangatnya kembali. Karena sering berkomunikasi baik lewat sambungan telephone dan chatting WahatsApp, keduanya mulai menjalin cinta. Uniknya, kendati keduanya menggunakan ponsel keinian alias smartphone, mereka tidak pernah melakukan video call ataupun saling bertukar foto terbaru.

Usut punya usut, Chikalah yang enggan melakan itu. Alasanya agar menjadi kejutan pada momen istimewa ketika nanti waktunya bertemu. Adit yang dimabuk cinta pun menyutujuinya, hari demi hari mulai terlewati. 

Meski Adit dan Chika menjalin hubungan dalam dunia maya, keduanya merasakan rasa cemburu. Keduanya juga saling bertukar hadiah dalam momen-momen penting seperti hari ulang tahun maupun Valentine.

Bersilat Lidah
Pertengahan 2018, Adit dan Chika resmi berhubungan di dunia maya selama satu tahun. Selama itu pula, Adit dan Chika tak pernah bertemu ataupun video call. Adit yang semakin cinta pun lama kelamaan semakin penasaran. Adit mendesak Chika untuk segera bertemu. 

"Kita sudah setahun, aku mau kasih kamu hadiah untuk hubungan kita, aku pengen ketemu kamu," ucap Adit menirukan obrolannya lewat telephone.

"Maaf yang, aku belum pede (percaya diri) buat ketemu kamu. Aku takut kamu kecewa. Gimana kalau aku nggak secantik foto profil aku?" tanya Chika.

"Aku sayang banget sama kamu, aku nggak lihat fisik kamu, aku cuma ingin menggenggam tangan kamu, melihat senyum kamu, ketawa bareng, meluk kamu, belai rambut kamu, cium kamu," jawab Adit berharap.

"Aku sayang kamu. Aku makin sayang. Tapi, kalau kamu udah sayang aku, kamu nerima aku apa adanya, kita udah saling nyaman seperti ini, seperti sekarang ini, buat apa kita ketemu kalau seperti ini saja kita udah bahagia, yang," timpal Chika.

Antara tak ingin memulai pertengkaran dan dibutakan oleh cinta, Adit pun mengiyakan penjelasan Chika. Keduanya pun berlanjut dengan hubungan dunia mayanya. Terpaksa handphone yang telah disiapkan Adit untuk Chika diberikan lewat paket ke alamat yang diberikan Chika di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kematian Membuka Tabir
Seperi hari biasanya, Adit yang sedang bekerja mendapatkan kabar duka dari Chika. Lewat sambungan telephone, Chika mencurahkan hatinya bahwa sang Nenek kesayangannya sedang dirawat di Rumah Sakit di kawasan Pluit, Jakarta Utara, karena serangan jantung. 

"Aku jenguk Nenek ya?" Adit buru-buru menawarkan diri

"Nggak usah yang, aku cuma penge cerita aja, aku sedih, aku takut Nenek kenapa-napa. Kamu kan lagi kerja, aku nggak mau ganggu kamu," timpal Chika.

Adit masih bisa sabar. Namun rasa kepenasaran masih mengganjal di hatinya. Selang beberapa hari, Adit kembali mendapat kabar buruk, Nenek Chika meninggal dunia. Dalam pikiran Adit ini adalah kesempatannya untuk bertemu. Namun sayangnya Chika tak memberikan alamat rumah duka sang Nenek.

Menelusuri jejak muasal dari rumah sakit yang merawat sang Nenek, Adit menemukan secercah harapan untuk bisa bertemu. Adit mendapatkan alamat rumah duka. Tanpa kabar, Adit memberanikan diri pergi ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sesampainya di rumah duka, Adit melihat Chika yang sedang menangis di hadapan jenazah sang Nenek. Adit menghampirinya perlahan. Adit menunggu Chika menengadahkan tubuhnya untuk menandakan Chika telah ikhlas atas kepergiaan sang Nenek.

"Kamu Chika?" tanya Adit.

"Iya, kamu siapa ya, Mas?" Tanya Chika.

"Kamu nggak ngenalin aku, aku Adit. Kamu Chika kan?" Adit penasaran sambil menyodorkan nomor telephone dan photo yang disimpan Adit dalam ponselnya.

"Iya, itu benar aku, tapi nomornya bukan punya aku. Itu nomor sepupuku, Mas. Kayanya dia yang pake nama sama photo aku," jelas Chika yang asli.

Sontak, Adit seperti kena serangan sesak nafas. Ia menahan amarah. Selama satu tahun ia dibohongi. Sebelum pikiran kacau, Chika yang asli membawa Adit bertemu dengan sepupu Chika yang selama ini dipacarinya.

Setelah bertemu, Adit semakin kaget. Secara fisik, semuanya berbeda jauh dengan Chika yang asli. Adit yang tak bisa menahan amarahnya langsung meninggalkan Chika palsu. "Aku cukup tahu kamu," ucap Adit singkat.

Esok harinya, Chika palsu terus menghubungi Adit. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Adit merasa ilfil (Ilang Feeling). Chika terus mencoba merujuk Adit dan tak ingin memutuskan tali hubungan. 

"Katanya kamu nggak masalah sama fisik aku, tapi kenapa kamu seperti ini, egois kamu," serang Chika.

"Bukan soal egois, tapi soal kejujuran. Kamu dari awal nggak jujur, coba kalau jujur dari awal, mungkin aku bisa nerima kamu. Tapi nyatanya kamu selama ini udah ngebohongin aku. Pantes aja alamat buat kirim hadiah, selalu ke alamat rumah temen kamu.  Makasih buat semuanya," Adit menutup sambungan telephone Chika.

Situasianya menjadi terbalik, Adit kini yang enggan bertemu Chika palsu. Dan Chika terus berusaha untuk bisa mendapatkan kembali rasa cinta dari Adit. Sayangnya, semua menjadi sia-sia. *** (SS)

SHARE

CONTRIBUTOR

Jubun

Mengawali karirnya di perusahaan jasa security. Setelah mendapatkan gelar Master Private Investigator, ia mendirikan sekaligus CEO dari perusahaan Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA). Sebuah perusahaan jasa private investigator baik bisnis, personal, maupun asmara.