Bridge, Daya Tarik Cabor Baru di Asian Games 2018 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Bridge, Daya Tarik Cabor Baru di Asian Games 2018
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Pada ajang olahraga Asian Games 2018, ada pemandangan unik. Khususnya dalam cabang olahraga (cabor) Bridge. Ya, orang terkaya di Indonesia, yakni bos PT Djarum Bambang Hartoono menjadi salah satu atlet cabor tersebut, dan mendapatkan medali perunggu. 

Photo by The Creative Exchange on Unsplash

Pria yang juga merupakan atlet tertua di Asian Games 2018 ini berhasil mendapatkan 60,00 poin dalam kategori supermixed team. Bambang CS dikalahkan oleh tim asal China dengan skor akhir 60-137. Dilansir dari situs resmi Asian Games 2018, Bambang sudah bermain bridge sejak usia enam tahun. Dirinya pun pernah mendapatkan medali emas dalam ajang World Bridge Federation (WBF).

"Bridge itu permainan yang tidak menentukan usia. Sejak umur 5 tahun sampai tua pun seseorang tetap bisa bermain bridge. Bukan game yang dibatasi oleh usia seperti atletik," tutur pimpinan di Bank BCA itu.

Permaianan bridge ini memang menjadi salah satu permainan yang kini diakui sebagai cabang olahraga. Dan di Asian Games 2018, bridge menjadi debut dalam perhelatan olahraga bergengsi di Asia ini. Lalu apakah Bride sekadar bermain kartu?

Bridge atau contract bridge adalah permainan kartu yang mengandalkan baik kemampuan bermain maupun keuntungan. Bridge termasuk olahraga otak seperti catur. Bedanya, catur dimainkan individual. Bridge harus dilakukan berpasangan. Memadukan dua orang yang secara alamiah tentu berbeda karakter (sifat atau kepribadian), selera serta kapasitas berpikirnya.

Permainan bridge menggunakan alat bantu utama berupa satu set kartu yang popular disebut kartu remi tanpa joker. Ada 52 lembar yang terbagi dalam 4 warna. Dimulai dari warna terlemah, Club (C)  atau keriting , kemudian Diamond (D) atau wajik , Heart (H) atau hati  dan warna terkuat adalah Spade (S) atau daun. Kita akan tahu kalau setiap warna kartu bridge itu berjumlah 13 lembar (52 ÷ 4).

Permainana ini ditemukan dari Tiongkok abad ke-7. Menurut tradisi, Kaisar Mu-tsung menikmati bermain kartu domino dengan istrinya. Kartu-kartu Cina dihiasi simbol kuda, burung gagak, burung, ikan, dan kelinci. Kartu secara bertahap menyebar ke seluruh dunia, tiba di Eropa pada abad ke-14. 

Kartu pertama dibuat dengan tangan, tetapi itu sangat mahal dan memakan waktu. Penemuan mesin cetak mengubah semua itu dan membawa kehidupan baru untuk bermain kartu. Meski permainan dan kartu ini ditemukan di Tiongkok namun set kartu ini diciptakan oleh perancis tahun 1480. Penemuan ini meliputi logo hati, sekop, wajik, dan keriting semua ditemukan di era yang sama, namun untuk joker ditemukan di Amerika pada tahun yang saman.

Perbedaan Antara Poker dan Bridge Card
Perbedaan terbesar antara ukuran Poker dan ukuran bridge adalah lebarnya. Secara umum, dek Poker 2,50 inci lebar, dan bridge deck 2,25 inci, dengan demikian, pemain Poker menggunakan kartu yang 0,25 inci (1/4 ") lebih lebar dari pemain bridge . Baik Poker dan bridge bermain kartu biasanya 3,50 inci tinggi. 

Mengapa bridge deck menjadi lebih sempit dari dek Poker? Seorang pemain bridge diperlukan untuk memegang lebih banyak kartu sekaligus daripada pemain poker. Dengan demikian, kartu yang lebih sempit dihargai oleh pemain bridge . Pemain poker biasanya memegang tidak lebih dari lima kartu sekaligus, dan dengan ledakan Texas Hold'em, pemain hanya diperlukan untuk menahan 2 kartu hole sekaligus.

Manfaat Bermain Bridge
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Christopher Shaw, bermain bridge bisa meningkatkan kemampuan otak. Shaw melakukan penelitian pada anak SD yang bermain bridge dan anak SD yang tidak bermain bridge .

Hasilnya, anak yang bermain bridge punya nilai ujian yang lebih bagus, daripada anak yang tidak bermain bridge . Menurutnya, bermain bridge membuat anak-anak lebih mudah memahami informasi. Jadi, tak heran jika anak yang bermain bridge bisa mengerjakan soal ujian lebih baik, daripada anak yang tidak bermain bridge .

Dalam permainan ini, otak lah yang banyak bekerja, bukan badan kita. Namun, menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2000, bermain bridge bisa membuat kelenjar thymus menghasilkan sel darah putih. Sel darah putih di tubuh bisa menjaga kekebalan tubuh. Selain itu, bermain bridge juga tak hanya meningkatkan kemampuan otak saja, tetapi juga menjaganya.

Bos Perusahaan yang Main Bridge
Tak hanya bos Djarum yang rutin bermain bridge. Tetapi juga ada beberapa pimpinan perusahaan terbesar di dunia yang memainkan permaianan kartu ini. Seperti halnya Warren Buffett, miliarder yang kaya dari dunia saham. Pendiri Berkshire Hathaway itu dikenal gemar bermain bridge selain memetik instrumen musik ukulele.

Kemudian ada Bill Gates, salah satu orang kaya di dunia dan bos Microsoft ini juga mengaku senang bermain bridge. Dia mengenal bridge saat masih kecil dan kemudian masih terus memainkannya, terlebih saat mengenal Warren Buffett. Kedua miliarder ini sama-sama dikenal sebagai filantrofis yang gemar main bridge.

Selain itu ada, Charles Thomas Munger. Ia adalah sahabat sekaligus mitra bisnis Warren Buffett di Berkshire Hathaway. Buffett menyebut sahabatnya itu telah bermain bridge selama 40 tahun meski tidak sefanatik dirinya. Charlie disebutnya juga tidak terlalu menguasai banyak sistem bridge. Namun, kata Buffett, Charlie sangat jenius saat bermain.

Bekas bos McKinsey & Company, Rajat Gupta juga bermain permainan ini. Pria yang pada 2012 diketahui memiliki kekayaan 84 juta dolar AS itu dikenal gemar bermain kartu dan board games seperti Scrabble dan Pictionary. Tak hanya itu, pria berusia 46 tahun ini merupakan pemain bridge yang fanatik. *** (SS) 

SHARE