Teknologi Lebih Canggih Pengganti Jaringan Wifi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Teknologi Lebih Canggih Pengganti Jaringan Wifi
Gading Perkasa | Digital Life

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan jaringan WiFi (wireless fidelity). Sehari-hari pun, Anda butuh teknologi tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas.

pxhere

Namun di tahun 2018, teknologi baru nan canggih akan menggantikan jaringan WiFi di masa depan. Teknologi yang dimaksud bernama LiFi. Kini, para engineer dan researcher sedang gencar mengembangkan LiFi agar pengguna internet semakin nyaman berselancar.

LiFi (light fidelity) adalah bagian dari Visible Light Communication (VLC) alias komunikasi cahaya tampak. Dengan LED sebagai sumber cahaya, LiFi dapat digunakan untuk komunikasi digital, termasuk penjelajahan di internet seperti biasa.

Istilah itu dikemukakan oleh Profesor Harald Haas asal University of Edinburgh, Inggris. Pada forum TEDx Talks di tahun 2011 lalu, ia mendemonstrasikan video streaming dilengkapi audio lewat LED yang digunakan di lampu belajar.

Agar komunikasi dua arah terjaga, dibutuhkan LED sebagai sumber pada sisi pengirim (transmitter) dan sensor cahaya di sisi penerima (receiver). Sensor yang digunakan pun beragam, dari photo detector hingga panel surya.

Keunggulan LiFi
Kendala paling utama dari penggunaan frekuensi radio adalah keterbatasan kapasitas. Tingginya permintaan pengguna untuk memperoleh akses internet tidak sebanding dengan jatah spektrum yang tersedia.

Sementara, LiFi memakai spektrum cahaya tampak, menawarkan kapasitas besar. Sesuai rentang frekuensi yang dimiliki, LiFi mampu menyediakan kapasitas 10.000 kali lebih besar.

Di samping itu, LiFi juga memiliki kemanan data yang lebih baik, sehingga pengguna tidak perlu khawatir soal pencurian data. Dilihat dari segi kesehatan pun, LiFi memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang radiasi gelombang radio.

Implementasi LiFi
Implementasi LiFi belum terlalu dikenal luas oleh publik dan masih terus dikembangkan para peneliti dan engineer. Sejauh ini, LiFi sudah dapat dipakai untuk proses transmisi data berupa audio, video, maupun teks.

Dalam beberapa penlitian, transmisi data menggunakan cahaya secara wireless ini juga memberikan hasil cukup impresif.

Salah satu hasil terbaru yang dipublikasikan oleh Chinmay Agarwal dari Vellore Institute of Technology mendapatkan kecepatan downlink di sisi pengirim hingga 10 Gbps.

Konsep dasar LiFi sebenarnya adalah intensitas cahaya yang berubah sangat cepat sehingga bisa dilakukan proses encoding dalam kode biner (1 dan 0). Kita tunggu saja, kapan tepatnya LiFi akan sepenuhnya menggantikan jaringan WiFi. [GP]

SHARE