Tak Lebih Sehat, Minyak Kelapa Justru Membahayakan - Male Indonesia
Tak Lebih Sehat, Minyak Kelapa Justru Membahayakan
MALE ID | Sex & Health

Jika Anda berpikir bahwa minyak kelapa menyehatkan tubuh, mungkin Anda keliru. Sebab, tidak pernah ada riset yang sanggup membuktikannya secara ilmiah dan harus dihindari pria. Apa pasal?

wikimedia commons

Minyak kelapa mengandung 92 % lemak jenuh. USDA dan American Heart Association merekomendasikan agar penggunaan minyak jenis ini dibatasi karena dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk, pemicu penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, satu sendok makan minyak kelapa mengandung 117 kalori, 13,6 gram lemak, dan 0 gram protein dan karbohidrat. Artinya, sangat sedikit atau tidak ada kandungan vitamin dan mineral di dalamnya.

Lantas, mengapa minyak kelapa digembar-gemborkan membuat tubuh sehat? Walter Willett, ketua departemen nutrisi Harvard School of Public Health mengatakan, hasil itu diambil dari studi jangka pendek semata.

“Sejauh ini, sebagian besar penelitian terdiri dari studi jangka pendek untuk menguji efek minyak kelapa pada kadar kolesterol. Sementara, efek kesehatan menyeluruh tidak bisa diprediksi hanya lewat perubahan LDL dan HDL,” kata dia.

Ia menduga, kesimpulan singkat bahwa minyak kelapa menyehatkan terkait adanya kandungan asam laurat yang tinggi. Setengah dari lemak jenuh dalam minyak ini akan meningkatkan HDL, bahkan lebih baik dibanding jenis lemak jenuh lainnya.

Sepenggal temuan minyak kelapa dapat meningkatkan HDL itulah yang kemudian dipakai dalam berbagai riset. Ada penelitian lanjutan yang menemukan, konsumsi banyak produk kelapa tidak mengalami komplikasi jantung negatif dan melindungi jantung.

Adalah Nutrition Reviews yang pertama kali membantah klaim tersebut. Mereka menyebutnya gagasan penelitian tidak akurat.

Selain karena data yang tidak lengkap, periset juga menemukan bahwa populasi peserta sedang mengonsumsi buah kelapa asli sebagai bagian dari diet, bukan sekadar menambahkan minyak kelapa dalam masakan seperti gaya makan pada umumnya.

Mendukung bantahan Nutrition Reviews, studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal American College of Cardiology menyatakan, ternyata HDL tak sesehat yang dibayangkan para ahli.

Studi menemukan, HDL tinggi tak menjamin orang terlindung dari serangan jantung atau stroke. Selain itu, orang yang punya HDL lebih dari 70 mg justru lebih berisiko mengalami kematian akibat penyakit jantung atau stroke, dibanding mereka yang HDL-nya di kisaran normal.

Jadi pada akhirnya, minyak kelapa justru bisa membahayakan kesehatan. Sebagaimana disimpulkan periset Nutrition Reviews, tak ada bukti bahwa makan minyak kelapa akan meningkatkan kolesterol baik dan mengurangi risiko jantung. [GP]

SHARE