Ancaman Serius di Balik Diet Rendah Karbohidrat - Male Indonesia
Ancaman Serius di Balik Diet Rendah Karbohidrat
Gading Perkasa | Sex & Health

Pria yang sedang melaksanakan program penurunan berat badan tentunya tidak asing lagi dengan diet rendah karbohidrat. Sesuai namanya, diet ini menerapkan pembatasan pada konsumsi karbohidrat seperti nasi dan mie.

diet rendah karbohidrat - Male Indonesiapixabay.com

Popularitas diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan memang dibuktikan oleh sebagian besar pria. Walau begitu, riset terbaru dari The Lancet menemukan efek negatif di balik diet tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Men’s Health, riset dilakukan dengan meneliti sekitar 15.400 responden selama rentang waktu 25 tahun, guna melihat efek jangka panjang dari konsumsi karbohidrat.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi karbohidrat mampu hidup empat tahun lebih lama ketimbang mereka yang tidak mengonsumsinya.

Riset juga menemukan, mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedang membuat pria hidup setahun lebih lama daripada mereka yang mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak.

Itu artinya, seseorang bisa mendapatkan efek negatif apabila mengonsumsi makanan dengan kandungan zat tepung secara berlebihan.

Para peneliti percaya, praktik diet rendah karbohidrat memperpendek usia seseorang karena kurang asupan buah, sayur dan biji-bijian. Padahal, ketiga makanan itu sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Di samping itu, mereka yang menghindari karbohidrat biasanya menyantap daging lebih banyak. Inilah yang mengakibatkan peningkatan risiko kanker dan kematian dini.

Selama dua periode masa riset, peneliti meminta peserta mengisi kuesioner terkait pola makan dan minum, termasuk porsi makan mereka.

Peneliti juga mengevaluasi diet peserta dan mengategorikan mereka berdasarkan jumlah karbohidrat yang mereka konsumsi. Pemakan karbohidrat dalam skala rendah mengonsumsi karbohidrat kurang dari 40 %.

Sementara mereka yang mengonsumsi karbohidrat sedang, memasukkan 50 % karbohidrat dalam menu diet mereka. Dan terakhir, pemakan karbohidrat tinggi menyantap 70 % lebih karbohidrat.

Setelah 25 tahun, peneliti menganalisis data dan menemukan bukti bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup mempunyai harapan hidup paling tinggi.

Sayang, peneliti mengaku data dalam riset ini kurang akurat karena peserta tidak selalu mengingat apa yang mereka makan setiap harinya dan hanya berfokus pada hasil observasi, ketimbang hubungan sebab akibat.

Dengan kata lain, tidak semua diet rendah karbohidrat dapat memicu kematian dini. Pada riset ini, pelaku diet tersebut tidak mengalami peningkatan risiko kematian karena mendapat asupan lemak dan protein nabati.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memperbanyak asupan protein dan lemak dari sayuran seperti kacang, buncis, dan biji rami daripada mengonsumsi daging. [GP]

SHARE