Album Terbaru Anti Flag Menyindir Donald Trump | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Album Terbaru Anti Flag Menyindir Donald Trump
Gading Perkasa | News

Elite punk rock Anti Flag bersiap merilis album terbaru mereka. Album ini bertajuk American Reckoning, yang dihadirkan ke publik pada 28 September 2018 melalui Spinefarm Records.

wikimedia commons

Isi lagu di album American Reckoning bernuansa akustik, memuat beberapa nomor dari dua album terakhir Anti Flag. Meliputi cover John Lennon, Buffalo Springfield dan Cheap Trick. Mereka juga sudah merilis video single The Debate is Over.

“Saat berada di band yang sudah bersama selama sekian tahun, kami tidak akan membiarkan band begitu saja. Di band ini, kami telah berhasil melampaui harapan masing-masing, karya kami dan pengaruhnya,” kata Anti Flag.

“Kami membuka babak baru dengan American Spring yang penuh harapan, American Fall penuh amarah, dan gencatan senjata di American Reckoning,” kata mereka lagi.

Menurut mereka, album akustik ini hanya memuat lagu-lagu dari American Spring dan American Fall yang mereka anggap masih relevan di masa kini.

Mereka juga menekankan, bahwa pesan pada sekumpulan lagu di dalam album tersebut cocok untuk menyindir masa pemerintahan Donald Trump.

“Lewat lagu cover, kami ingin memperlihatkan hal-hal yang memotivasi kami dalam penggarapan album ini. Para pendengar mungkin tidak mengira, lagu itu menginspirasi album kami, padahal pesan dan musiknya berdampak besar bagi proses penulisan lagu,” ujar Anti Flag.

“Kami tidak ingin menjadi reaksioner terhadap presiden yang terus berbohong melalui korporat media. Kami menciptakan pernyataan dan seni yang memangkas langsung taktik tersebut, American Reckoning mendorong kami untuk meninjau dan menyorot ulang pesan kami terdahulu.”

Beberapa lagu di dalam American Reckoning adalah Trouble Follows Me, When The Wall Falls, Gimme Some Truth (John Lennon Cover), dan Set Yourself on Fire.

Sebagai catatan, Anti Flag adalah band beraliran punk yang dikenal selalu memberikan kritikan tajam terhadap tiap kebijakan pemerintah Amerika. Cakaran lirik-liriknya begitu kuat.

Area sindirannya bukan cuma ke pemerintah semata, melainkan juga ke scene emo, indie dan punk rock sendiri. Mereka menganggap semua itu tak ada artinya dan cenderung kekanak-kanakan, kalau hanya menjadikan musik sebagai sarana kesenangan. [GP]

SHARE