X2 dan Equinox Siap Kembali dengan Konsep Baru - Male Indonesia
X2 dan Equinox Siap Kembali dengan Konsep Baru
MALE ID | Whats Up

Dengan perubahan gaya hidup millennials, disinyalir menjadi faktor utama tutupnya kelab malam di dunia dan Indonesia. Karena millennials lebih memilih untuk pergi ke kafe, coffe shop, atau live music di bandingkan pergi ke night club atau kelab malam.

crowd di hari-hari terakhir X2-Photo by X2

Awal Februari 2018 lalu. X2, kelab malam yang terbilang ikonik menyebarkan flayer "Last Dance" Closing Time, It''s Bar Sale! Your Last Cance to Dance At X2 Club! There's No Day, But Today! Apakah itu efek dari gaya hidup millenials?

Dengan flayer itu, cukup mengagetkan memang, pasalnya usia yang terbilang panjang, 11 tahun. X2 harus tutup. Padahal, kelab malam yang mengusung konsep one stop entertainment dengan kapasitas mencapai 5000 orang. Pengunjung dengan selera musik yang berbeda bisa memilih ambience yang sesuai dengan genre musik pilihannya.

Terbagi menjadi tiga ruangan dalam dua lantai. Seperti Equinox dengan musik HipHop R&B dan Urban Mashup, Ego Ultralounge yang memainkan electronic dance music dan juga X2 dengan aliran Trance & Progressive. Kelab malam yang berada di kawasan Senayan ini tidak hanya memiliki resident DJ, tetapi juga kerap mendatangkan DJ ternama lokal maupun internasional.

Anggit, Ex marketing Event and Promotion Spv X2 mengatakan, tutupnya X2 dan Equinox bukan karena gaya hidup millenials, pasalnya di hari-hari terakhir X2 dan Equinox memiliki trafic pengunjung yang masih stabil. "Apalagi weekend, Equinox selalu ramai dan menjadi salah satu opsi pertama bagi para pelanggan loyal kita," tutur Anggit. 

Jadi alasan utama sebenarnya kontrak dari Plaza Senayan tidak diperpanjang. Anggit mengaku terkejut karena pemberitahuan kontrak baru dikabari dua bulan sebelum kontrak habis. "Pada saat itu kita mau memperpanjang kontrak," jelasnya.

Menurut Anggit, kelab malam masih menjadi salah satu opsi yang sangat diminati masyarakat. Tidak dipungkiri, meski harus bersaing dengan bar atau coffee shop. Kelab malam tetap memiliki segmen pasar loyalnya tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan segmen mereka yang kerap menikmati nongkrong di kafe atau coffee shop. 

"Dan persaingan tersebut bukan menjadi alasan utama untuk sebuah kelas malam harus sampai menutup kelab-nya.Karna masih banyak inovasi yang bisa dilakukan untuk bertahan di industri ini," papar wanita pemilik paras cantik itu.

Maka dari itu, Anggit menegaskan bahwa, X2 dan Equinox akan kembali buka di tempat lain dengan konsep yang lebih fresh dan unik. "Kalau di Plaza Senayan memang sudah final kita tutup dan tidak akan buka kembali disana. kita berencana akan buka kembali tapi di tempat yang lain," tandasnya. 

SHARE