Hati-Hati, Kutuan Bisa Datang dari Foto Bareng - Male Indonesia
Hati-Hati, Kutuan Bisa Datang dari Foto Bareng
Sopan Sopian | Looks

Saat berkumpul dengan sahabat adalah momen penting setiap minggunya. Atau bertemu sahabat lama yang hanya bisa berjumpa setengah tahun sekali saat libur panjang. Momen ini tentu tidak bisa terlepaskan begitu saja. Foto bareng menjadi hal wajib saat itu terjadi.

Kutuan  - male Indonesiapexels.com

Saat foto bareng sudah menjadi lumrah. Tidak lagi dikatakan 'lebay' karena ini adalah momen penting yang tidak didapatkan setiap hari. Namun, ada hal yang perlu Anda waspadai. Karena foto bareng bisa menyebabkan kutuan. Jika kutu sudah meraksuk ke kepala Anda. 

Pastinya ini akan mengacaukan gaya Anda. Rambut yang telah ditata rapi kemudian terlihat semacam bintik putih. Hancur sudah. Anda akan dianggap pria kotor dengan alasan jarang keramas atau mandi.

Namun bagaimana foto bareng bisa menyebabkan kutuan? Menurut Dr. Shari Sperling, dokter kulit sekaligus pendiri mesid Sperling Dermatology mengatakan bahwa, apabila foto bersama atau selfie dengan teman-teman dapat membuat kepala Anda menjadi kutuan.

Ketika sekelompok orang dekat bersama-sama untuk foto itu, ada kemungkinan bahwa siapa pun yang memiliki kutu dapat menyebarkan kondisinya ke teman-teman mereka."Untuk mendapatkan kedekataan dalam bingkai foto. Saat foto bareng atau melakukan selfie, tentu jarak menjadi lebih rapat," kata kata Dr. Sperling dalam laman ReadersDigest. 

Ditambah lagi, lanjut Sperling, jepretan akan dilakukan beberapa kali. Artinya akan semakin lama kontak langsung. Secara teori, semakin tinggi kemungkinan penularan kutu dari satu kepala ke kepala lain.

Perkiraan pusat untuk pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC), 6 juta hingga 12 juta orang akan memiliki kutu dari aktivitas itu. Sebuah studi Oxford dari 202 orang Inggris mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki smartphone atau tablet dua kali lebih mungkin memiliki kutu di kepala dibandingkan mereka yang tidak memiliki smartphone. Hanya 30 persen yang tanpa perangkat menderita itu.

Lebih buruk lagi, jika Anda atau sang anak terkena kutu kepala akan susah untuk dibasmi karena kutu semakin sulit untuk dibunuh. Dalam satu studi tahun 2016, 95 persen kutu kepala yang dikumpulkan disebut kutu super. 

“Mereka telah diidentifikasi di 48 negara bagian. Mereka adalah hasil dari mengobati kutu biasa dengan tidak benar atau dengan kesalahan diagnosis kutu, ”kata Dr. Sperling.

Para ahli menyarankan juntuk menjaga jarak lebih renggang saat melakukan aktivitas foto bersama atau melihat smartphone. Selain itu, tidak berbagi topi, helm, hingga headphone. Hal ini untuk menjegah dari penularan kutu kepada Anda. *** (SS)

SHARE