Mengenal Ratu Box Office Cina, Celina Jade - Male Indonesia
Mengenal Ratu Box Office Cina, Celina Jade
MALE ID | News

Wolf Warrior 2 meraup keuntungan sebesar 3,4 Miliar hanya dalam waktu 12 hari setelah penayangan perdananya. Kesuksesan film yang disutradari oleh Wu Jing ini tak lepas dari akting luar biasa Celina Jade.

Photo by Celinahoran on Wikipedia

Nama Celina Jade mungkin jarang ada di radar semua orang sampai sekarang, tetapi aktris kelahiran Hong Kong ini telah mengumpulkan portofolio sebagai bintang, mulai dari film Hong Kong hingga produksi Hollywood. 

Semangatnya untuk film dan aksi sebagai bintang dimulai pada usia dini. Ayahnya, Roy Horan, adalah bintang aksi terkenal yang bekerja dengan veteran seperti Jackie Chan dan Bruce Lee.

Sebelum sekuel Wolf Warrior, dia terkenal karena perannya dalam serial TV superhero The CW berjudul Arrow. Setelah menjadi pemain tetap Arrow selama tiga tahun (2013-2016), Jade, yang juga seorang penyanyi, nampaknya ingin melangkah lebih jauh dan fokus pada produksi film. 

Kemudian dia membintangi film bergenre thriller Jesse Johnson, Triple Threat. Mulai darisanalah, profuksi film terus mengembangkan bakatnya sebagai bintang. Tetapi dibalik kesuksesannya itu, dan banyak proyek film datang menawarinya turut berperan, Jade mengatakan dia tidak menolak jika ada tawaran TV.

Karena Kecelakaan, Jadi Vegetarian
Selain menjadi seorang aktris, Jade adalah seorang vegetarian. Mulanya itu karena terinspirasi dari kecelakaan kebakaran serius pada tahun 2012, Jade kemudian memulai perjalanannya sebagai vegetarian pada tahun 2016.

Kemudian, bekerja sama dengan Christian Gerard Mongendre dalam membuka sebuah restoran berbasis dua lantai di Hong Kong yang disebut HOME. Dengan tagline Makan untuk Hidup adalah bentuk mempromosikan gaya hidup yang berkelanjutan dan lebih sehat. Sayangnya ide itu tidak berjalan lancar. Pada 2017, restorannya tutup. 

Photo by Celinahoran on Wikipedia

Dengan Film Selamatkan Aspek Kehidupan
Pada tahun 2014 dan 2015, Jade melakukan konser menyanyi di acara tahunan Fayre of St John. Hal tersebut dilakukan untuk mengumpulkan uang yang kemudian disumbangkan ke Pusat Peduli kanker Maggie di Hong Kong.

Kemudian, dengan menggunakan film ia mencoba memberikan sebuah pesan 'melek huruf' untuk anak-anak di Asia dan Afrika. Bersama the Elephant Society, Jade pun bekerjasama untuk menghentikan perdagangan ilegal satwa liar dan hewan. 

Bahkan kepeduliannya terhadap aspek kehidupan, Jade pun ingin mengurangi kelaparan, memerangi kemiskinan dan mendorong kesehatan gizi di HK, AMFAR. Lebih jauh lagi, Jade juga mendukung penelitian HIV / AIDS, melalui Asia Society. Sampai-sampai Jade pun menjalin hubungan yang lebih erat antara Asia dan Barat melalui seni, pendidikan, kebijakan, dan jangkauan bisnis. *** (SS)

SHARE