Pangeran Drakula Haus Darah di Dunia Nyata - Male Indonesia
Pangeran Drakula Haus Darah di Dunia Nyata
MALE ID | Story

Di tahun 1897, Bram Stoker menciptakan novel paling terkenal sepanjang masa dengan tokoh yang bikin siapa saja merinding, yaitu Drakula. Novel ini menjadi acuan berbagai film horor dan acara televisi yang tidak terhitung jumlahnya.

wikimedia commons

Memang Drakula dalam novel Stoker sama sekali tidak ada, hanya imajinasi. Namun rupanya, ia terinspirasi oleh sosok yang haus darah di dunia nyata bernama Pangeran Wallachia (Vlad III), atau juga dijuluki Vlad the Impaler si penyula.

Vlad III lahir pada 1431 di Transylvania, kawasan pegunungan Rumania. Sang ayah adalah Vlad II Dracul, penguasa kerajaan Wallachia. Gelar Dracul ia peroleh berkat keterlibatannya di Order of the Dragon, orde militer yang didukung Kekaisaran Romawi.

Di usia muda, Vlad III pernah ditawan Kekaisaran Ottoman di Turki. Selama itu, ia dan saudaranya diajari berbagai ilmu pengetahuan, filsafat dan seni.

Laporan sejarah mencatat, ia seorang prajurit yang mahir menunggang kuda. Sementara kabar lain menyebutkan bahwa ia disiksa dan menjadi saksi penyulaan yang dilakukan Kekaisaran Ottoman.

Keluarga Vlad yang lain bernasib tragis. Ayahnya digulingkan dari tampuk kekuasaan Wallachia oleh panglima perang lokal dan dibunuh di rawa dekat Balteni pada 1447. Sedangkan kakak Vlad, Mircea, disiksa hingga buta dan dikubur hidup-hidup.

Pasca keluarganya terbunuh, Vlad III dibebaskan dan berhasil memerintah Wallachia. Guna kepentingan konsolidasi kekuasaan, ia mengundang ratusan bangsawan.

wikimedia commons

Apa yang terjadi kemudian sungguh mengerikan. Vlad III menikam tamu undangan sampai tewas, lalu jasadnya disula. Puluhan pedagang Saxon yang pernah menjadi sekutu para bangsawan juga dihabisi dengan cara serupa di tahun 1459.

Vlad III melawan balik Kekaisaran Ottoman. Menginjak tahun 1462, ia menulis ke sekutu militernya. Demikian tulisan Vlad III, seperti dilansir dari situs Live Science:

“Aku membunuh petani, pria, wanita, orang tua dan anak-anak muda. Korban kami 23.884 orang Turki, belum termasuk mereka yang tewas saat rumahnya dibakar atau kepalanya dipenggal oleh tentara kami. Jadi Yang Mulia, Anda harus tahu bahwa saya telah melanggar perdamaian.”

Kemenangannya atas pasukan Ottoman dirayakan di Wallachia, Transylvania, bahkan di seluruh penjuru Eropa. Namun dari sinilah, Vlad memiliki reputasi gelap.

Konon, ia tega mengadakan perayaan makan malam di antara tubuh tentara lawan yang disula. Atau kebiasaannya melahap roti yang dicelupkan ke darah para korbannya.

Total, sebanyak 80 ribu nyawa melayang di tangan Vlad III. 20 ribu di antaranya disula dan dipamerkan di luar kota Targoviste, Rumania.

Pemandangan sadis tersebut sampai membuat Sultan Ottoman, Mehmed II tak jadi menyerang dan balik kanan ke Turki.

Kekejian Vlad III berakhir di tahun 1476. ia dikepung, terdesak dan kemudian tewas. Kepalanya yang dikirim ke Mehmed II dipamerkan di gerbang kota Konstantinopel. [GP]

SHARE