Kisah Tragis di Balik Lirik Lagu Musisi Ternama - Male Indonesia
Kisah Tragis di Balik Lirik Lagu Musisi Ternama
MALE ID | News

Para musisi biasanya membuat lirik lagu berdasarkan cerita di masa lalu atau ekspresi yang mereka alami. Entah suka atau duka, sebuah lagu selalu mempunyai kisah di baliknya.

pxhere

Bahkan sejumlah musisi kerap terinspirasi menulis lirik lagu dari peristiwa tragis atau mengerikan. Menariknya lagi, lagu buatan mereka menjadi hits di seluruh dunia.

Mungkin daftar lirik lagu tragis di bawah ini belum pernah Anda sadari, namun cobalah mendengarkannya setelah membaca artikel kami. Apa saja ya?

Fiction (Avenged Sevenfold)

Di lagu bertema gelap pertama, ada Fiction yang ditulis oleh drummer Avenged Sevenfold, Jimmy Sullivan. Mengapa terkesan gelap? Sebab, lagu ini adalah lagu terakhir yang ia tulis sebelum ditemukan tewas pada 28 Desember 2009.

Lagu aslinya berjudul Death, tapi diubah menjadi Fiction karena Jimmy menganggap hidupnya seperti fiksi. Kematiannya disebabkan overdosis obat-obatan dan alkohol.

Tears In Heaven (Eric Clapton)

Eric Clapton menulis Tears in Heaven bersama Will Jennings (penulis soundtrack film Titanic). Dirilis pada 1992, lagu ini bercerita mengenai anak Eric Clapton bernama Conor yang meninggal pada 20 maret 1991 akibat terjatuh dari lantai 53 di apartemen kota New York.

Setelah kematian Conor, Eric Clapton hadir di iklan layanan masyarakat, mengingatkan agar orang tua memasang gerbang atau pengaman sehingga anak mereka tidak berakhir seperti Conor.

Jeremy (Pearl Jam)

Jeremy memiliki latar belakang yang cukup mengenaskan. Lirik lagu ini berasal dari kisah nyata Jeremy Delle, remaja berusia 16 tahun yang bunuh diri di High School Richardson, Texas, 8 Januari 1991.

Awalnya, guru Bahasa Inggris memberitahu Jeremy untuk mengambil sesuatu dari kantor sekolah. Tapi ia malah membawa pistol sembari berjalan ke depan kelas dan berkata, “Saya sudah mendapatkan apa yang saya cari Bu.”

Ia meletakkan laras pistol di mulut dan melepaskan tembakan yang mengakibatkan dirinya tewas. Ironisnya, pada 1988, tiga siswa lain dari sekolah itu juga melakukan bunuh diri.

Shine On, You Crazy Diamond (Pink Floyd)

Shine On, You Crazy Diamond ditulis Roger Waters dkk sebagai penghormatan kepada Syd Barrett selaku pendiri Pink Floyd di tahun 1975. Kebetulan, sesi rekaman lagu tersebut dimulai pada hari ulang tahun Syd yang ke-29.

Di tengah-tengah proses rekaman, mereka melihat pria bertubuh gemuk dengan rambut dan alis yang dicukur sedang berkeliling studio dan bertindak aneh. Akhirnya sang keyboardist, Richard Wright sadar kalau pria aneh itu rupanya Syd Barrett.

Sontak semua personel Pink Floyd terkejut. Roger bahkan menangis. Setelah momen itu, tidak satupun dari mereka pernah melihat Syd lagi. Karena akhirnya Syd pindah ke Cambridge, Inggris dan meninggal pada 2006 akibat penyakit diabetes.

Smoke On the Water (Deep Purple)

Desember 1971, Depp Purple tiba di Swiss untuk merekam album Machine Head di Montreux Casino. Malam sebelum sesi rekaman dimulai, tempat ini mengadakan konser Frank Zappa and the Mothers of Invention.

Di konser itu, seorang penonton melepaskan kembang api ke langit-langit. Seketika api menyala, membakar seluruh bangunan Montreux Casino dan peralatan Frank Zappa serta mengacaukan rencana rekaman Deep Purple.

Setelah pindah lokasi rekaman, akhirnya Deep Purple bisa mengerjakan album mereka. Roger Glover, sang bassist menyarankan judul Smoke On The Water pada salah satu lagu pasca mengingat asap yang tertiup saat api memusnahkan kasino.

Gimme Shelter (The Rolling Stones)

Gimme Shelter merupakan bagian dari album bertajuk Let It Bleed. Judul album tersebut rupanya sanggup memprediksi masa depan.

Darah tumpah pada 6 Desember 1969 di Almont Free Concert. Seorang remaja bernama Meredith Curley Hunter yang mabuk mengacungkan pistol revolver di dekat panggung kala Rolling Stones tampil.

Anggota klub motor Hell’s Angels yang bertugas mengamankan konser tak tinggal diam. Ia menikam dan menginjak Meredith sampai mati di depan kamera yang sedang merekam. [GP]

SHARE