Revolusi Seksual dengan Teknologi Virtual Reality - Male Indonesia
Revolusi Seksual dengan Teknologi Virtual Reality
MALE ID | Digital Life

Seperti diketahui, kecanggihan teknologi semakin berkembang pesat. Salah satunya teknologi yang menghadirkan atau pengguna dapat berinteraksi dengan benda atau suatu lingkungan yang disimulasikan komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi, yang disebut juga Virtual Reality (VR).

Virtual Reality - Male Indonesiapexels.com

Mungkin orang mengenal teknologi ini digunakan dalam permainan sebuah game online. Namun, sebenarnya Anda bisa melihat berbagai film di dalamnya. Canggihnya, pengguna VR tidak hanya seperti melihat televisi atau layar bioskop. Tetapi ketika pengguna menengokkan kepalanya, ia akan melihat sekeliling gambar sejajar dengan matanya.

Artinya ketika Anda melihat sebuah video dengan VR yang di dalamnya ada seorang wanita, Anda melihat bagian bawahnya, Anda bisa kakinya saja seperti Anda memandang seseorang. Namun, perkembangan VR ini tidak hanya berhenti di sana saja. 

Seorang sutradara film pendek khusus VR, Michelle Flynn, dalam laman sms.com.au membuat 'film dewasa semi'. Tujuannya untuk membuat hiburan dewasa non-eksploitatif. "Dengan VR, Anda ada di TKP dan Anda bisa melihat-lihat, Anda bisa membuat seseorang berjalan ke arahmu," kata Flynn.

Video 'film dewasa' di dalam VR telah tumbuh sejak 2017. Pornhub sebagai agregator film dewasa online terbesar di dunia, telah menggunakan VR untuk memutar video-videonya. Bahkan selama satu tahun, pengguna melonjak hingga 500.000 perharinya. Piper Jaffray, perusahaan investasi dan manajemen AS, memperkirakan bahwa VR porn akan menjadi bisnis yang menguntungkan pada 2025.

Atas hal tersebut, apakah VR menjadi revolusi seksual? Kemungkinannya membingungkan, karena bisa saja hal ini merusak tetapi juga dapat menjadi terapi untuk orang-orang dengan masalah seksual dan untuk melawan mereka yang kesepian. Belum lagi titik yang lebih mendasar, jika VR ini dapat menampilkan gambar real, akankah sebagian dari orang-orang khususnya pria menyerah pada seks yang nyata sama sekali?

Hadirnya VR porn ini awalnya berasal dari penelitian neurosains (Ilmu saraf)  yang diterbitkan pada bulan Juni oleh perusahaan Denmark Neurons dengan perusahaan VR BaDoink VR. Penelitian itu menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan pornografi tradisional, VR meningkatkan intensitas emosional dan keterlibatan dengan para pemain. "VR secara konstan menciptakan rasa perwujudan dan empati," kata ketua peneliti Alexander Silva Lopera.

Maree Crabbe adalah salah satu pendiri program Realitas & Risiko yang berbasis di Victoria, yang bertujuan untuk memahami bagaimana semakin luas penggunaan pornografi mempengaruhi remaja. Crabbe percaya "Literasi porno" harus menjadi bagian reguler dari kurikulum sekolah. Crabbe khawatir bahwa tropi porno umum utama, agresi gender dan degradasi wanit, akan terbawa ke dalam VR porn

Futurist Ross Dawson Pada tahun 2011 meluncurkan situs Future of Sex, yang meneliti bagaimana teknologi, bukan hanya VR, tetapi termasuk robot dan kecerdasan buatan akan mempengaruhi seksualitas. "Kami sedang diubah oleh teknologi, seksualitas yang merupakan aspek mendasar manusia telah berdampak secara signifikan. Dan kebanyakan orang tidak menyadari itu," tutur Dawson.

Dawson mengatakan, dengan bantual alat visual, aktivitas seksual bisa diubah dan dirasakan sedemikian rupa. Misalnya, ketika Anda mengingingkan bercinta dengan selebriti, Anda hanya butuh lensa kontak dan akan melapisi wajah pasangan Anda dengan wajah selebriti yang Anda inginkan. 

"Ketika teknologi meningkat dengan cukup, mungkin 10-15 tahun lagi VR tidak akan dapat membedakan dari hal yang nyata, yaitu ketika kesenangan dan resikonya akan benar-benar dimulai. Kemudian, dimungkinkan untuk menciptakan orang-orang yang interaktif dan imajiner di dunia online yang tampak nyata seperti yang kita semua miliki," kata Dawson.

Perusahaan-perusahaan film dewasa VRXCity dan CamasutraVR sudah membangun dunia virtual interaktif yang mirip dengan OASIS dalam film Steven Spielberg 2018 Ready Player On e. Bryony Cole yang bekerja sama dengan Dawson berpendapat bahwa VR intim merupakan "ruang tengah" antara seks tradisional dan masturbasi. *** (SS)

SHARE