Karya Sastra yang Tercipta dari Balik Jeruji Besi - Male Indonesia
Karya Sastra yang Tercipta dari Balik Jeruji Besi
Gading Perkasa | Story

Meringkuk di balik jeruji besi sama sekali bukan hal menyenangkan. Kehidupan di sana kerap diidentikkan dengan nuansa gelap, suram dan kejam.

karya sastra - Male IndonesiaPhoto by Tamara Menzi on Unsplash

Alhasil, rata-rata narapidana di dalam jeruji besi dipenuhi rasa frustasi. Namun tidak semua orang mengalami hal tersebut. Beberapa justru terbebas dari stres bahkan sanggup merekam perjalanan mereka semasa hidup dengan menulis.

MALEnials penasaran siapa saja orang yang menulis karya sastra dari balik jeruji besi? Simak rangkuman kami di bawah ini.

A Letter from Birmingham Jail (Martin Luther King)
Akibat memandu demonstrasi publik tanpa izin pada bulan April 1963, Martin Luther King dijobloskan ke penjara Birmingham, Alabama. Selama sembilan hari menjalani masa tahanan, ia menulis di sela-sela kolom koran yang kosong dan tisu toilet penjara.

Apa yang ditulisnya adalah bagaimana para pendeta di Birmingham melaporkan perkelahiannya melawan pihak segregasi dan menuduhnya sebagai “penghasut dari luar”.

Dalam esai sepanjang 7.000 kata yang ia buat, terdapat petikan dari St. Thomas Aquinas, Thomas Jefferson, serta beberapa tokoh lainnya untuk mengoreksi tentang ketidakadilan hukum dan tanggung jawab sipil.

Salah satu kutipan yang dipakainya, “Dimana pun itu, ketidakadilan adalah ancaman bagi semua keadilan.”

Tulisan King dari dalam penjara diselundupkan keluar oleh teman-temannya, diketik ulang dan diterbitkan beberapa hari sebelum ia dibebaskan. Berkat tulisannya pula, ia memicu semangat masyarakat dan terjadinya Gerakan Hak Sipil di Amerika.

Travel (Marco Polo)
Setelah 24 tahun mengeksplor Asia, Marco Polo ditangkap akibat aksinya memimpin pertarungan melawan orang Genoa.

Selama mendekam di balik sel, ia menghibur rekan satu selnya dengan menceritakan kisahnya berkelana di daratan Tiongkok serta masa mengabdi untuk kekaisaran Mongolia, Kublai Khan.

Singkat cerita, ia bersama Rustichello of Pisa berkolaborasi menulis buku yang kemudian diberi judul Description of the World atau lebih dikenal dengan Travel. Karya tulis itu memberikan pengetahuan tentang dunia di belahan timur.

Mein Kampf (Adolf Hitler)
Adolf Hitler sempat dipenjara akibat aksinya memimpin gerakan dadakan bernama “Munich Beer Hall Putsch” pada tahun 1923, dimana anggotanya adalah rekan-rekan pestanya sendiri.

Di balik jeruji besi, ia menulis karya sastra berjudul Mein Kampf yang berarti ‘usahaku’, sebuah tulisan berisi kemarahan dan rencana balas dendamnya terhadap Prancis dan Rusia.

Dalam buku itu pula, rencana Hitler melakukan pemurnian ras bangsa Arya dengan Holocaust pertama kali dimuat. [GP]

SHARE