Filippo Inzaghi, Sang Penghancur Jebakan Offside - Male Indonesia
Filippo Inzaghi, Sang Penghancur Jebakan Offside
MALE ID | Sport & Hobby

Ada banyak tipe striker di dunia ini, namun Filippo Inzaghi merupakan salah satu tipe striker yang bakal selalu dikenang oleh para pecinta si kulit bundar.

Amil Delic/flickr

Jika disejajarkan dengan si tendangan geledek Gabriel Batistuta, maestro dribble Cristiano Ronaldo, pelari cepat Andriy Shevchenko dan tukang sundul maut Olivier Bierhoff, Filippo Inzaghi seolah hanya striker tanpa kemampuan mumpuni.

Tendangan atau sundulan kepalanya biasa saja, apalagi menggiring bola. Tapi, ada satu keunggulan Inzaghi yang tak dimiliki oleh seluruh striker di atas barusan. Apa itu? Keahlian meloloskan diri dari jebakan offside.

“Pemain itu pasti lahir dalam posisi offside,” ujar Sir Alex Ferguson saat mengetahui Filippo Inzaghi adalah pemain paling sering offside dalam sejarah sepak bola dunia.

Uniknya, ia juga sering menipu barisan pertahanan lawan dan lepas dari perangkap offside sebelum menyarangkan bola ke dalam gawang.

Salah satu contoh ‘keahlian’ Inzaghi bisa kita lihat sewaktu dirinya mencetak gol ke gawang Bayern Munchen di Liga Champions 2006/07.

Ketika Clarence Seedorf mengumpan, tanpa diduga Inzaghi lepas dari jebakan offside, berlari menuju gawang Munchen dan melakukan penyelesaian sempurna.

Bukan cuma terkenal dengan kemampuan meloloskan diri, ia juga salah satu striker yang senantiasa dihinggapi dewi fortuna alias keberuntungan, termasuk gol-golnya.

Gol keberuntungan Inzaghi yang sangat dikenang publik yaitu ke gawang Liverpool di final Liga Champions 2007. Tendangan bebas Andrea Pirlo membentur badan Inzaghi, arah bola pun berubah menuju gawang.

Terlepas dari itu semua, eks striker Juventus dan AC Milan ini tergolong sebagai pembunuh paling mematikan di kotak penalti lawan. Ia mencetak 288 gol dalam 623 pertandingan sepanjang kariernya.

Mulai dikenal sejak di Atalanta, Inzaghi semakin menunjukkan tajinya. Berkostum La Vecchia Signora selama empat musim, ia membukukan 58 gol.

Sedangkan di AC Milan, Super Pippo bertahan 11 musim dan menjadi bagian kesuksesan Rossoneri merengkuh dua gelar Liga Champions.

Dari koleksi trofi, Inzaghi pun boleh berbangga diri. Ia memenangi Serie A (3 kali), Coppa Italia (1), Liga Champions (2), Piala Super Eropa (2), dan Piala Dunia Antarklub (1). Bersama Timnas Italia, dirinya ikut mengantarkan Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006.

Di era sekarang, boleh saja Robert Lewandowski, Romelo Lukaku, Mario Mandzukic atau Harry Kane menjadi striker terhebat. Namun untuk urusan menghancurkan jebakan offside dan keberuntungan, hanya nama Filippo Inzaghi yang terdepan. [GP]

SHARE