Enterpreneur Spirit di Bisnis Coworking space - Male Indonesia
Enterpreneur Spirit di Bisnis Coworking space
Gading Perkasa | Works

Bertambahnya jumlah coworking space saat ini membuktikan bahwa para enterpreneur dan pemilik startup lebih suka bekerja memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan lokasi strategis, ketimbang menyewa kantor atau gedung.

Photo by Gading Perkasa

Di samping tidak memusingkan perawatan bangunan, coworking space juga merupakan tempat ideal guna memperluas jaringan dan bertemu komunitas yang relevan.

Hal ini juga yang disadari oleh Aryo Ariotedjo. Ia adalah pendiri Grupara Inc., perusahaan modal ventura yang aktif berinvestasi untuk startup maupun UKM berbasis teknologi.

Pada tahun 2012, bersama rekannya, ia mendirikan sebuah inkubator sekaligus coworking space bernama Freeware di Jakarta Selatan, sebagai tempat para wirausahawan berkumpul dan berbagi ilmu.

“Awalnya kami bukan coworking space, namun inkubator. Dimana kami sharing mengenai ilmu bisnis kepada enterpreneur secara cuma-cuma. Karena ada donatur, berjalanlah bisnis tersebut,” kata Aryo kepada MALE Indonesia.

Boleh dibilang, Aryo tergolong nekat menekuni dunia investasi startup. Mengingat sebelumnya ia telah memiliki karier mantap di perusahaan besar. Rasa penasaran membuatnya terjun berbisnis, dan ia sendiri yakin bisnisnya akan berkembang pesat.

Keyakinan Aryo terbukti. Setelah menghasilkan 20 perusahaan berskala medium to big, di tahun 2016 Freeware menjadi bisnis komersial.

“Saya dan rekan saya mau bikin bisnis ini lebih seperti hospitality. Kami membentuk tim sebanyak 50 orang. Dan akhirnya, di tahun 2018, Freeware mempunyai 10 lokasi coworking space tersebar di area Jabodetabek, namun masih ada unsur inkubator-nya,” ujarnya.

Walau demikian, ia mengaku jika menjalankan bisnis coworking space tidak semudah perkiraan kebanyakan orang. Sebab membutuhkan network, kesabaran yang tinggi serta bisa memaksimalkan komunitas.

Bahkan saat pertama kali Aryo membuka Freeware, belum ada pemodal tertarik menginvestasikan uang untuk bisnis yang ia jalani. Berkat upaya keras Aryo, lambat laun orang percaya bahwa coworking space berpotensi menguntungkan. Beberapa pihak pun mulai bekerja sama dengan Freeware.

“Freeware sebenarnya seperti sekolah saja. Punya program, alumni dan pengajar seperti Nadiem Makarim, Sandiaga Uno, Martin Hartono, Andrew Darwis dll. They want to bring the enterpreneur spirit bagi para wirausahawan,” tutur Aryo.

Kini, Freeware lebih berfokus pada property management, bukan lagi sekadar coworking space. Sehingga, bila seseorang mempunyai bangunan atau properti tidak terpakai, mereka mengubah konsepnya dan mengembangkan properti tersebut menjadi bisnis.

Bagi siapa pun yang hendak memulai enterpreneur, Aryo mempunyai sedikit saran untuk dibagikan. “Saya selalu berpegang pada prinsip never full. Jangan pernah kenyang. Belajar apa saja dari berbagai macam orang,” ucapnya.

“Misalnya Anda membuka bisnis kuliner ayam, Anda juga harus tahu seluk-beluk bisnis kopi. Karena itu melatih enterpreneurship feeling Anda dalam melakukan sesuatu. Banyak hal bisa diterapkan antar bisnis,” ucapnya lagi. [GP]

SHARE