Sejarah Aneh Kopi, Minuman Iblis Hingga Viagra - Male Indonesia
Sejarah Aneh Kopi, Minuman Iblis Hingga Viagra
MALE ID | Story

Kopi adalah komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia, kemudian disusul minyak bumi, dan kopi juga telah menjadi andalan dari diet modern. Kopi juga dipercaya berasal dari Ethiopia, kopi digunakan di Timur Tengah pada abad ke-16 untuk membantu konsentrasi. Tetapi apakah Anda tahu kopi memiliki fakta lain yang mencengangkan di belakangnya?

Photo by Pixabay

Tidak hanya pada saat ini saja, dalam sejarah kopi sudah memiliki banyak kegunaan, dari spiritual hingga stimulan erotis. Diarist Samuel Pepys sering menulis tentang kedai kopi di London abad ke- 17, dan menggambarkan kopi sebagai “air yang pahit dan berbau busuk”. Di sini, Paul Chrystal, penulis 'A Drink For the Devil', membagikan lima fakta tentang penemuan kopi dan mengeksplorasinya lebih mencengangkan.

1. Kopi Ditemukan Oleh Pengembala Kambing
Legenda mengatakan bahwa Kaldi, penggembala kambing kesepian di Ethiopia abad ke-9, menemukan efek energi dan menyegarkan ketika ia melihat kambingnya bersemangat setelah memakan biji kopi. Kaldi memberi tahu kepala biara setempat tentang hal ini dan kepala biara datang dengan gagasan mengeringkan dan merebusnya untuk membuat minuman.

Pada suatu waktu, Abbas dan para biarawannya menemukan bahwa minuman itu membuat mereka terjaga berjam-jam. Berita itu kemudian menyebar sejauh semenanjung Arab. Seorang Sufi Yaman bernama Ghothul Akbar Nooruddin Abu al-Hasan al-Shadhili juga mengklaim atas penemuan kopi. Saat itu dirinya melihat burung-burung pemakan biji kopi terbang di atas desanya luar biasa penuh semangat. Saat mencicipi beberapa buah, dia juga mendapati dirinya sangat waspada.

2. Diyakini Bahwa Kopi Itu 'Berdosa'
Kopi, seperti alkohol, memiliki sejarah panjang pelarangan, menarik rasa takut dan kecurigaan. Minum kopi dilarang oleh para ahli hukum dan ulama di Mekah pada 1511. Pihak oposisi yang dipimpin gubernur Mekah Khair Beg, takut bahwa kopi akan mendorong perlawanan terhadap pemerintahannya dengan menyatukan para pria untuk menggagalkannya.

Maka lahirlah asosiasi kopi dengan penuh hasutan dan revolusi. Bahwa kopi itu 'berdosa'. Tetapi kontroversi mengenai apakah itu memabukkan atau tidak, menggelembung selama 13 tahun sampai larangan itu akhirnya dicabut pada tahun 1524 oleh perintah dari Ottoman Sultan Turki Selim I. Di Kairo ada larangan serupa pada 1532, kedai kopi dan gudang kopi di sana digeledah.

3. Kopi Dikenal Sebagai Minuman Iblis
Tidak butuh waktu lama untuk penyebaran kopi dari tanah Arab ke dataran Eropa. Venesia menjadi negara pertama yang mendapatkan kopi lewat perdagangan yang menguntungkan. Pada awal kedatangannya, kopi tidak serta merta mulus, tetap menjadi kontroversi. 

Ketika datang di daratan Eropa itu, ternyata kopi juga dianggap sebagai minuman keras yang misterius, eksotis, dan memabukan. Bagi umat Katolik kopi adalah 'minuman iblis'. Hal tersebut karena kecurigaan untuk pengganti anggur. Saking khawatirnya,  Paus Klemens VIII turun tangan dan mencicipinya. "Minuman iblis ini sangat lezat," kata dia. Sejak saat itu, kopi telah dijuluki minuman iblis, atau cangkir iblis.

4. Kedai Kopi Menjadi 'Internet Pertama'
Bagi banyak pria melek huruf pada saat itu, kedai kopi adalah korannya, internetnya, atau tempat di mana informasi berkeliaran. Pada 1675, di Inggris sudah ada setidaknya 3.000 kedai kopi. Beberapa bahkan memiliki tempat tidur dan sarapan untuk tamu yang bermalam. 

5. Kopi Diklaim Sebagai 'Viagra'
Kecuali pelacur, wanita yang ada di kedai kopi akan dikeluarkan. Hal itu justru disengaja dan membiarkan wanita untuk membencinya. Dalam An Essay in Defence of the Female Sex pada 1696, Mary Astell yang marah menulis, bahwa Habitue adalah seseorang yang memiliki rumah, tetapi dia tinggal di kedai kopi. 

Astell melanjutkan bahwa, Habitue lebih banyak membaca koran daripada dengan buku-bukunya. Bahkan, lebih banyak bercakap dengan orang-orang di kedai kopi membuatnya tidak peduli dengan rumah pribadinya. "Habitue selalu menyelesaikan persoalan bangsa, namun tidak pernah mengelola keluarganya sendiri," tulis Astell.

Pada 1674 ada 'Petisi Wanita' yang terhadap Kopi , di mana para istri berpendapat bahwa suami mereka selamanya absen dari rumah dan keluarga, mengabaikan tugas domestik mereka. Kopi, kata para istri itu, membuat pria tidak berbuah (disfungsi ereksi). Klaim ''petisi wanita' dijawab oleh para pria pada tahun 1663 dalam pamflet The Maiden’s Complaint Against Coffee.

Di sisi lain, kopi dianggap sebagai Viagra hari itu. Pasalanya bisa membuat ereksi lebih kuat, ejakulasi lebih penuh, hingga menambah spiritualitas pada sperma. *** (SS) 

SHARE