Pelukan & Ciuman, Bermanfaat Bagi Kesehatan Pria - Male Indonesia
Pelukan & Ciuman, Bermanfaat Bagi Kesehatan Pria
Gading Perkasa | Sex & Health

pelukan dan ciuman - Male Indonesia

Pelukan dan ciuman adalah aktivitas yang wajar dilakukan oleh pasangan kekasih guna mengeratkan keintiman. Topik ini sepertinya tidak lagi tabu untuk diperbincangkan, dan banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan seorang pria.

Menurut medis, pelukan dan ciuman dapat memengaruhi keseimbangan sistem saraf serta produksi beberapa jenis hormon di dalam tubuh. MALEnials penasaran jenis hormon apa saja yang dipengaruhi oleh dua kebiasaan tersebut? Inilah jawabannya.

Oksitosin
Jenis hormon pertama yang produksinya terpacu oleh pelukan dan ciuman adalah hormon oksitoksin. Hormon ini bertugas mengurangi rasa cemas, ketegangan, dan stres.

Lebih lanjut, produksi oksitosin di dalam tubuh juga terbukti mampu menciptakan perasaan nyaman, empati, serta gairah seksualitas pada wanita yang Anda peluk dan cium.

Kelenjar timus
Kelenjar timus di dada bagian atas berfungsi menghasilkan hormon yang mendorong pertumbuhan, perkembangan dan pematangan seksual, sekaligus sebagai katalisator produksi sel imun.

Sel yang berupa darah putih ini akan melindungi tubuh dari organisme asing (bakteri dan virus) agar tidak menginfeksi tubuh.

Dopamin
Dopamin berperan mengatur pergerakan tubuh, perkembangan kognitif, daya ingat, emosi, serta siklus tidur. Selain itu, juga sebagai anti-depresan alami dan meningkatkan mood.

Hasilnya, Anda pun akan terhindar dari stres, nafsu makan yang menurun, gangguan seksual, serta mood swing atau perubahan suasana hati.

Serotonin
Hormon serotonin boleh dibilang mempunyai peran sangat kompleks. Pertama, serotonin berfungsi sebagai neurotransmitter yang bekerja pada susunan saraf pusat di otak.

Karena itulah, serotonin dapat memengaruhi perasaan bahagia dan hasrat, merangsang rasa lapar, mengatur suhu tubuh, hingga meningkatkan daya ingat.

Kedua, hormon tersebut membantu mengatur pembekuan darah, hemostatis (mekanisme alami tubuh untuk menghentikan kehilangan darah), dan vasokonstriktor atau menyempitnya pembuluh darah.

Keseimbangan sistem saraf
Saat pelukan dan ciuman, akan terjadi kontak serta sentuhan antar kulit. Di dalam kulit terkandung jaringan yang terhubung langsung ke otak melalui saraf vagus dan sistem saraf parasimpatik.

Saraf vagus berperan dalam pengiriman sinyal antara otak dan berbagai sistem tubuh, erat kaitannya dengan ritme detak jantung, kemampuan berbicara, tekanan darah, sistem pencernaan, produksi glukosa dan sistem pernapasan.

Di sisi lain, kerja sistem saraf parasimpatis dipicu oleh pengiriman sinyal dari saraf vagus. Buntutnya, kekebalan sel-sel induk, organ, dan jaringan di tubuh Anda kian meningkat. [GP]

SHARE