Perjalanan Tragis Modric Mencapai Kesuksesan - Male Indonesia
Perjalanan Tragis Modric Mencapai Kesuksesan
MALE ID | Sport & Hobby

Luka Modric menjadi sorotan masyarakat luas usai membawa timnas Kroasia meraih posisi runner-up di final Piala Dunia 2018. Medan perang di semenanjung Balkan menempanya menjadi kapten timnas yang tangguh.

Fanny Schertzer/wikipedia

9 Desember 1991, rentetan senapan menyerang desa Modrici yang terletak di utara pegunungan Velebit, Kroasia. Hal itu akan selalu dikenang oleh Luka Modric. Kakeknya, Luka senior bersama lima warga desa lain ditangkap tentara Serbia dan dibunuh dengan sadis.

Pembantaian tersebut merupakan awal pemicu konflik negara Balkan. Saat itu, Luka Modric baru berumur enam tahun dan telah kehilangan salah satu keluarganya dalam peristiwa tragis.

Merasa belum puas, tentara Serbia menembak enam warga Modrici agar desa segera ditinggalkan. Modric pun melanjutkan hidupnya di pengungsian, Hotel Iz, Zadar, Kroasia.

Ia melalui masa-masa kelam tanpa listrik dan air bersih. Ledakan mortir dan tembakan senapan bergemuruh dari kejauhan, disertai ancaman ranjau darat di tiap titik.

“Kami hidup di hotel selama bertahun-tahun sekaligus mencari nafkah. Namun saya selalu mencintai sepak bola. Saya ingat memakai bantalan tulang kering (shin pads) bergambar Ronaldo dari Brazil, dan saya sangat mengaguminya,” katanya kepada The Sun.

Chairman klub NK Zadar, Josip Bajlo mengingat masa kecil Modric. “Ia merupakan anak yang kurus dan kecil. Tapi kondisi fisik ini tak mematahkannya untuk terus bermain bola sebagai sarana hiburan di tengah teror perang,” ujar Bajlo.

Salah seorang pelatih Modric di NK Zadar, Tomislav Basic, juga menyebutkan bahwa anak-anak asuhnya selalu bermain bola di tengah ketakutan. Hanya saja, mereka tak pernah gentar.

“Ribuan granat ditembakkan dari bukit-bukit di sekitarnya, jatuh di lapangan pelatihan pada tahun-tahun itu, dan kami selalu berlomba mencapai tempat perlindungan. Sepak bola adalah pelarian kami dari kenyataan,” ucap Basic kepada The Guardian.

wikipedia

Karier awal sepak bola Luka Modric tak berjalan mulus. Ia ditolak masuk oleh klub idolanya Hajduk Split. Penolakan ini sempat membuatnya patah semangat. Perlahan-lahan, ia bangkit dan meniti karier profesional di Dinamo Zagreb.

Beberapa kali pindah klub, ia tampil cukup memukau dan dipandang sebagai gelandang profesional. Karier-nya melejit dan Modric lantas hengkang ke tanah Inggris, bergabung dengan Tottenham Hotspur, berlanjut ke Real Madrid.

Di Piala Dunia 2018 Rusia, Modric memimpin timnya membuat sejarah bagi Kroasia. Mereka menyingkirkan lawan-lawan tangguh seperti Argentina, tuan rumah Rusia hingga Inggris dan berhasil melaju ke final, meski kalah dari Prancis dengan skor 2-4.

Final tersebut adalah prestasi terbaik Kroasia sepanjang sejarah Piala Dunia yang mereka lalui. Sebelumnya, catatan terbaik negara itu hanya mencapai semifinal di Piala Dunia 1998. [GP]

SHARE