Dropping Box, Upaya Selesaikan Persoalan Sampah - Male Indonesia
Dropping Box, Upaya Selesaikan Persoalan Sampah
MALE ID | Whats Up

Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi persoalan tersendiri, apalagi di kota-kota besar. Secara umum, di Indonesia, setiap orangnya rata-rata memghasilkan 0,7 kg sampah perhari. 

Memurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah di seluruh Indonesia tahun 2017 mencapai 65,8 juta ton pertahun. Untuk di Jakarta sendiri, seiring meningkatnya poplasi penduduk dan kebutuhan masyarakat sehari-hari, volume sampah tercatat sudah mencapai 6.500 hingga 7.000 ton perhari. 

Bahkan menurut riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI), di tahun 2018 sebanyak 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Artinya, sekitar 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan. SWI juga menunjukan bahwa 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 7 persen sampah berhasil didaur ulang. 

Menyikapi masalah sampah tersebut, Sinta Kaniawati sebagai perwakilan Prise mengatakan, caranya yakni mengubah persepsi dan kebiasaan masyarakat mengenai sampah. "Perlu disadari bersama kunci dari bernilai atau tidaknya sampah terletak pada pemilahan sampah yang tepat," ucap Sinta, di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Untuk mendorong itu, raise (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment/Asosiasi Untuk Kemasan & Daur Ulang Bagi Lingkungan Indonesia yang Berkelanjutan) bermitra dengan Waste4Change berinisiatif menempatkan 100 unit Dropping Box di berbagai wilayah Jakarta.

"Dropping Box ini nantinya ditempakan di beberapa tempat seperti pertokoan, fasilitas publik, perkantoran, hingga institusi pendidikan," tutur Sinta. 

Lebih lanjut Sinta mengatakan, tujuan dari peluncuran 100 Drop Box ini untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pilahan sampah dan mengajak peran serta aktif masyarakat untuk daur ulang material sampah bernilai.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, inisiatif Dropping Box ini sejalan dengan upaya pihaknya untuk terus mengedukasi warga agar memilah sampah, sehingga sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat kemudian disimpan di Bank Sampah dan didaur ulang.

"Pemprov DKI ngin mengubah pengelolaan sampah untuk tidak lagi ada terpusat di hilir, tapi dimulai di hulu dengan memisahkan dan memilah sampah yang dikonsumsi, serta menjadikan hal itu sebagai sebuah gerakan bersama," kata Isnawa.

 
 

SHARE