Kerap Dialami Pria, Masalah Kulit Mirip Jerawat - Male Indonesia
Kerap Dialami Pria, Masalah Kulit Mirip Jerawat
MALE ID | Sex & Health

Sebagian besar pria pasti pernah merasakan masalah kulit, salah satunya adalah jerawat. Jerawat ini berbentuk bintil merah kecil yang cukup mengganggu penampilan. Tapi karena begitu umumnya masalah kulit ini, kadang bintil merah di wajah juga kerap dianggap jerawat. Padahal, hal tersebut belum tentu masalah yang sama.

jerawat - Male Indonesiapexels.com

Saking umumnya, faktor dari risiko jerawat mudah diketahui, seperti perubahan hormon, masa pubertas, keturunan, gesekan kulit, stres, konsumsi obat-obatan, hingga merokok. Tetapi bintil merah di wajah yang mirip dengan jerawat ini memiliki faktor lain dan bukan sekadar masalah kulit biasa.

Pitisporum Folikulitis
Pitisporum folikulitis adaah infeksi jamur kulit yang menyebab folikel rambut teriritasi dan meradang. Kondisi kulit ini menampakkan gejala yang mirip dengan jerawat wajah biasa. Pitisporum folikulitis dapat dialami oleh pria karena memiliki ragi di kulitnya. Namun, hanya beberapa saja yang akan mengalami iritasi folikel ini.

Mereka yang memiliki folikel ragi adalah mereka yang bagian kulitnya memiliki kadar minyak tinggi, seperti di punggung dan bagian muka. Nah, ketika kadar minyak meningkat, ragi akan berkembang dan bertambah banyak. Kemudian, ragi akan mengeluarkan nanah serta menutup kelenjar minyak. Hal ini yang dikira kebanyakan orang sebagai jerawat di wajah.

Dermatitis Perioral
Dermatitis perioral adalah masalah kulit yang menimbulkan gejala bintil-bintil merah yang hampir mirip seperti jerawat di wajah. Masalah kulit ini sering muncul pada bagian sekitar mulut. Iritasi kulit ini banyak terjadi akibat penggunaan krim steroid dalam jangka waktu yang lama.

Krim steroid yang biasanya digunakan sebagai obat jerawat ini, jika dipakai dalam waktu yang lama dapat menyebabkan dermatitis perioral. Biasanya, bila hal ini terjadi, dokter kulit akan mengganti krim steroid Anda dan memberikan antibiotik untuk mengatasi dermatitis yang terjadi.

Ingrown Hair (Rambut Tumbuh ke Dalam)
Ingrown hair adalah kondisi rambut yang tumbuhnya ke dalam kulit, bukannya ke luar kulit. Ketika rambut-rambut ini tumbuh ke dalam bagian kulit, maka biasanya akan timbul benjolan-benjolan kecil, iritasi kulit, dan sedikit rasa nyeri. Ingrown hair yang kronis dapat menyebabkan timbulnya keloid hingga penggelapan kulit.

Bagi kaum pria, masalah kulit ini akan seperti jerawat di wajah karena lebih banyak terjadi pada bagian janggut dan dagu. Biasanya, masalah kulit ini akan muncul setelah Anda mencukur rambut-rambut halus.

Folikulitis Gram Negatif
Berbeda dengan pitisporum folikulitis di atas, iritasi folikel rambut ini disebabkan oleh bakteri gram negatif. Jadi, infeksi bakteri ini kerap kali terjadi pada pasien yang menggunakan antibiotik dalam jangka panjang untuk mengatasi rosacea.

Rosacea adalah penyakit kulit umum yang menyebabkan merah pada wajah dan sering menyebabkan luka merah, bahkan benjolan merah atau pustul. Penyakit ini membuat hidung, dagu, pipi dan dahi menjadi kemerahan. 

Antibiotik oral yang digunakan dalam waktu yang lama, akan menyebabkan perubahan bakteri normal pada kulit. Hal ini yang kemudian membuat bakteri tumbuh berkembang dan akhirnya menginfeksi. Gejala infeksi yang muncul akan seperti jerawat. *** (SS)

SHARE