Mandi Malam Bikin Pria Terkena Penyakit Rematik? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mandi Malam Bikin Pria Terkena Penyakit Rematik?
Gading Perkasa | Sex & Health

Go Dok - Male Indonesia

Anda pasti sudah tidak asing mendengar anggapan bahwa mandi malam sering dikaitkan dengan penyakit rematik. Jadi, jarang sekali ada pria yang mau melakukan hal tersebut.

Padahal, usai beraktivitas seharian penuh, mandi malam sangat diharuskan demi menghilangkan kotoran, debu dan keringat yang menempel di tubuh. Lalu, benarkah bahwa mandi di malam hari memicu penyakit rematik?

Perlu MALEnials ketahui, bahwa rematik adalah penyakit yang menyerang otot dan persendian. Penderitanya akan mengalami radang dan pembengkakan pada penguhubung sendi atau tulang, sehingga mengakibatkan rasa nyeri atau pegal.

Umumnya, rematik disebabkan oleh gangguan auto imun, di mana sistem pertahanan yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi kuman, bakteri dan penyakit justru berbalik merusak sel-sel persendian.

Jenis penyakit ini cukup banyak, sekitar ratusan. Hanya saja, yang umum diderita pria adalah peradangan sendi (rheumatoid athritis) dan osteoartritis (pergerakan sendi yang terbatas, memicu kerusakan pada tulang rawan).

Sayangnya, belum ada penelitian lebih lanjut yang menyatakan bahwa mandi malam dapat memicu penyakit rematik.

Menurut Handono Kalim, dokter spesialis penyakit dan konsultan reumatologi, pandangan tersebut didasarkan pada suhu air yang menurun di malam hari.

“Memang benar mandi di malam hari dengan air dingin dapat menyebabkan otot kaku, tapi tidak lantas menyebabkan penyakit rematik,” tutur Handono.

Walau rematik lebih rentan menyerang di usia lanjut, tidak menutup kemungkinan pria muda juga dapat terserang penyakit satu ini. Dari berbagai jenisnya, arthritis rheumatoid merupakan jenis paling sering mendera pria yang berada dalam rentang usia 20-50 tahun.

Gejala yang biasanya ditemukan adalah kaku persendian saat bangun tidur atau menurunnya fleksibilitas dalam bergerak. Jika dibiarkan berlarut-larut, rheumatoid arthritis bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi.

Jadi, jika Anda mengalami gejala rematik jenis ini, segera berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan pengobatan yang tepat.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko penyakit rematik? Menurut hasil penelitian para pakar dari Hospital for Special Surgery, menjaga pola makan serta olahraga ringan setiap harinya dapat menjadi obat rematik paling ampuh.

Peneliti juga menambahkan, hal itu akan meningkatkan sistem imun tubuh serta mengurangi kemungkinan menderita rematik. [GP]

SHARE