Hancurnya Popularitas Tablet di Industri Teknologi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Hancurnya Popularitas Tablet di Industri Teknologi
Gading Perkasa | Digital Life

Jika ditarik mundur ke belakang, tepatnya di tahun 2011, mendiang Steve Jobs mengenalkan perangkat tablet iPad kepada dunia. Sejak saat itulah, para produsen gadget pun ikut memproduksi tablet dengan berbagai bentuk, ukuran, dan spesifikasi.

max pixel

Bahkan, beberapa produsen membuat nilai fungsi perangkat tablet menjadi lebih tinggi, dan memiliki variasi harga. Namun sekarang, sepertinya kita sudah tak lagi mendengar pabrikan Apple, Samsung dll. merilis tablet.

Perkembangan zaman mengakibatkan perangkat tablet tidak sanggup bertahan dan bukan menjadi pilihan utama penggila gadget. Apa pasal? Simak ulasan singkatnya sebagai berikut.

Kehilangan Nilai Guna
Waktu tablet muncul pertama kali, orang menjadikannya alternatif dari dua perangkat yang biasa dipakai, smartphone dan laptop.

Tablet bersifat portable dan responsif ketimbang laptop, dan lebih berguna untuk konsumsi media ketimbang smartphone yang ukuran layarnya belum terlalu besar kala itu.

Sayangnya, hal tersebut sudah berubah total. Ukuran smartphone semakin besar dengan baterai yang tahan lama. Pengguna bisa streaming video seharian tanpa kehilangan rasa nyaman.

Spesifikasi Tanggung
Produsen sangat paham bahwa tablet bukan menjadi gadget prioritas. Biasanya seseorang hanya memakainya untuk konsumsi media, atau bisnis dan pekerjaan. Makanya, spesifikasi perangkat tablet yang disematkan tergolong tanggung.

Alhasil tablet tidak akan nyaman dibuat multitasking, apalagi melakukan ‘kerja’ berat seperti running game maupun desain. Kehadirannya tidak terlalu diperhitungkan.

Layar Smartphone Semakin Besar
Seperti telah disampaikan di poin sebelumnya, ukuran smartphone kian besar, spesifikasi lebih mumpuni, layar lebih cerah, dan harganya jauh lebih terjangkau. Ukuran standar pun rata-rata 4,7 hingga 5 inci, bahkan hingga 6 inci.

Bagi orang yang dulu memanfaatkan tablet sebagai sarana menonton video, membaca komik dan buku secara digital, kini smartphone sudah mampu memenuhi semua kebutuhan itu.

Laptop Semakin Ringan
Laptop yang awalnya berukuran sangat besar dan berat, kini menjadi tipis. Tak ada lagi CD-Rom dan berbagai hardware lainnya.

Ditambah, laptop 2-in-1 sudah cukup populer, dimana layarnya bisa dilepas dan difungsikan layaknya tablet. Spesifikasinya tentu lebih tinggi.

Tidak istimewa
Fungsi tablet dan smartphone pada dasarnya sama. Selain ukuran layar yang lebih besar, tidak ada keistimewaan lain. Secara sederhana, semua hal yang bisa dilakukan oleh tablet dapat diterapkan oleh smartphone, dan tentunya lebih nyaman bagi pengguna. [GP]

SHARE