Sejarah Menarik Dibalik Kehadiran Kondom | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sejarah Menarik Dibalik Kehadiran Kondom
Gading Perkasa | Story

Sebagai alat kontrasepsi, kondom sendiri memiliki sejarah cukup panjang sebelum digunakan untuk mengendalikan kelahiran sekaligus membantu mencegah terjadinya penyakit menular seksual.

male indonesia sejarah kondomPixabay.com

Memang, bagi sebagian orang di Indonesia, alat kontrasepsi tersebut masih tabu dibicarakan. Walau demikian, banyak juga yang penasaran dengan asal-usul termasuk perkembangannya.

Tanpa menunggu lama, berikut penjelasan singkat mengenai evolusi alat kontrasepsi bernama kondom dari tahun ke tahun, sebagaimana dikutip dari Bustle.

Sudah hadir jauh sebelum masehi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh SKYN, ada bukti tertua menunjukkan sebuah organ vital pria bersarung di sebuah lukisan gua.

Masih belum jelas bahan apa yang mereka gunakan untuk membungkus organ tersebut. Yang pasti, gambar di lukisan itu dianggap menjadi tanda bahwa pria pada zaman dahulu tahu cara ‘bermain aman’ dengan wanita.

Bahan linen di zaman Romawi

Mendekati era terakhir Masehi, tercatat dan terdokumentasi jelas asal usul kondom yang terbuat dari potongan linen dan dijahit. Kondom itu dibuat supaya menyesuaikan seluruh Mr. P atau bagian ujungnya saja, dan mulai dikenalkan pada zaman Romawi.

Penggunaan kondom di kawasan Asia

Sebelum tahun 1400-an, para aristokrat di kawasan Asia menggunakan kondom berkelopak yang hanya melindungi bagian kepala ‘pedang’ saja.

Pilihan kondom di masa itu tak mampu memberikan perlindungan maksimal. Pria juga biasa memakai tanduk binatang dan kulit kura-kura sebagai pelindung.

Namun, tren kondom demikian tak berlangsung lama. Pasalnya, kondom berbahan linen jauh lebih lembut dibandingkan tanduk binatang.

Kondom linen kembali populer dipakai sejak tahun 1400-an hingga 1700. Selain linen, biasanya mereka juga menggunakan usus kambing.

Tindakan meniup kondom

Casanova merupakan pria yang menjadi pionir untuk mengecek kualitas kondom. Biasanya ia akan meniup kondom terlebih dahulu sebelum memakainya. Tujuannya agar ia tahu, tidak ada lubang kecil sekalipun pada kondom.

Kondom pertama yang diproduksi massal

Tahun 1855, kondom diproduksi secara massal pertama kalinya. Anehnya, kondom pertama itu memanfaatkan bahan material setebal ban dalam sepeda.

Wajah seorang ratu menghiasi kondom

Wajah Ratu Victoria dipajang di bungkus alat kontrasepsi, agaknya merupakan sebuah penghinaan. Alasan pihak produsen di Inggris memakai foto sang ratu lantaran salah satu anaknya mengalami penyakit menular seksual.

Kondom ‘berwajah’ ratu diproduksi di tahun 1897 dan bertujuan mengingatkan banyak pria untuk tetap main bersih, supaya terhindar dari penyakit.

Ketika epidemi HIV menyebar

Ketika epidemi HIV/AIDS mulai menyebar di Amerika Serikat pada tahun 1985, perdebatan tentang pentingnya kondom mulai meningkat. Apalagi, virus HIV dapat menyebar melalui hubungan seksual.

Di tahun tersebut, permintaan produksi kondom semakin meningkat demi mengatasi penyebaran epidemi yang sulit dikendalikan.

Terobosan baru

Masih di era 80-an, permintaan akan kondom masih terus berlanjut. Produsen dipaksa membuat terobosan, yakni menawarkan jenis kondom baru bagi konsumen. Mereka mengubah kondom berbahan dasar lateks dengan variasi warna, tekstur dan rasa. [GP]

SHARE