5 Penyakit Langka yang Perlu Anda Ketahui | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
5 Penyakit Langka yang Perlu Anda Ketahui
Sopan Sopian | Sex & Health

Penyakit langka memang kerap membingungkan. Karena penyakit ini tidak umum terdengar. Ketika Anda ditanya beberapa penyakit langka, mungkin yang terlintas salah satunya adalah zika atau beberapa penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik.

Photo by Ken Treloar on Unsplash

Tidak salah jika penyakit langka erat kaitannya dengan kelainan genetik. Tetapi tidak masih banyak yang harus Anda ketahui beberapa penyakit lanka lainnya. Untuk itu, berikut beberapa penyakit langka yang masih banyak diketahui. 

Lidah Geografis
Lidah geografis memiliki gejala yang mirip dengan psoriasis di mulut, yaitu munculnya luka di permukaan atau sisi lidah. Lidah geografis adalah kondisi peradangan lidah yang menyebabkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau pada peta. Biasanya luka terlihat tidak beraturan, berwarna merah atau putih, dan memiliki batas kuning di tepiannya. 

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa seperti terbakar atau iritasi. Penyebab dari lidah geografis belum diketahui. Namun, peneliti berpendapat bahwa kondisi ini dipicu dari hal-hal yang menimbulkan stres, termasuk alergi, gangguan hormonal, kekurangan nutrisi, gangguan psikologis, dan bahkan makanan pedas.

Alergi Air
Urtikaria aquagenik atau alergi air, penyakit langka yang satu ini mungkin akan terdengar mengejutkan, karena mengingat sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Orang dengan urtikaria aquagenik tidak dapat bersentuhan dengan benda basah. Ia akan cepat gatal-gatal setelah kulitnya bersentuhan dengan air terutama di bagian leher, lengan, dan tubuh bagian atas.

Orang dengan penyakit langka ini tidak bisa mandi, berenang, atau terkena air hujan. Bahkan bagi beberapa orang, menangis juga bisa menyebabkan gatal. Dalam kasus yang jarang terjadi, air minum juga dapat memicu reaksi alergi.

Penyakit Morgellons
Penyakit morgellons adalah kondisi yang membuat seseorang merasa seperti ada sesuatu yang berjalan, menggigit, merayap atau menyengat di kulitnya. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan tentu mengganggu aktivitas. 

Meski begitu, penyakit ini memang jarang terjadi dan masih kurang dipahami apa penyebabnya. Orang yang mengalami penyakit ini akan sering merasa bingung, cemas, hingga stres. Beberapa dokter mengenali kondisi ini sebagai infestasi delusional.

Dokter biasanya memberi perawatan dengan terapi perilaku kognitif, antidepresan, obat antipsikotik, dan konseling. Sementara, dokter lainnya mengira gejala ini berhubungan dengan infeksi pada sel-sel kulit. Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Sindrom Bau Ikan
Sindrom bau ikan atau bau amis ini biasanya disebabkan karena tubuh kekurangan enzim yang mencegah pemecahan trimethylamine (TMA). Trimethylamine adalah bahan kimia dari pencernaan protein yang menimbulkan bau yang kurang sedap, seperti bau ikan busuk. 

Bau ini akan tercium dalam urine, keringat, dan napas Anda. Tidak ada obat untuk sindrom ini, tapi Anda bisa mengurangi gejalanya dengan melakukan diet bebas TMA. Diet ini dilakukan dengan menghindari makan kacang-kacangan, telur, dan jenis ikan dan daging tertentu.

Sindrom Kleine-Levin
Sindrom Kleine-Levin atau dikenal juga sebagai sindrom Sleeping Beauty, adalah gangguan neurologis yang langka dan kompleks. Sindrom ini ditandai dengan tidur yang terlalu banyak dan berulang kali. Sindrom ini lebih sering terjadi pada remaja. *** (SS)

SHARE