Efek Berbeda, Kesemutan Ternyata BIsa Berbahaya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Efek Berbeda, Kesemutan Ternyata BIsa Berbahaya
Sopan Sopian | Sex & Health

Kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia adalah sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan seperti Anda tertusuk jarum. Hal ini terjadi ketika saraf secara tidak sengaja mendapatkan tekanan sehingga aliran darah pada saraf tidak lancar.

FOTO: pxhere

Kesemutan biasanya terjadi pada lengan atau kaki. Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar.

Kesemutan pun ada yang bersifat sementara dan kesemutan berkepanjangan yang dikenal dengan istilah parestesia kronis. Kesemutan juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, yakni neuropati

Neuropati merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyerang saraf dan mengakibatkan kerusakan. Neuropati dapat mengakibatkan dampak permanen jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat. Meskipun belum terlalu dikenal, sebenarnya tanpa sadar masyarakat pernah mengalami beberapa gejala dari neuropati. Sebut saja kebas atau mati rasa dan kesemutan ringan. 

Gejala ini bisa menjadi memburuk seperti menurunnya fungsi saraf yang mengakibatkan hilangnya sensasi rasa dan gerak, rasa terbakar, kekakuan tubuh, kulit mengkilap, serta kecacatan permanen yang memengaruhi kualitas hidup. 

"Penurunan kualitas hidup terjadi ketika intensitas terjadinya gejala-gejala neuropati semakin sering," tutur  Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) dalam acara "Kenali Gejala dan Dampak Fatal Neuropati".

Menurutnya, memang kesemutan tidak semuanya merupakan pertanda seseorang terkena neuropati. Tapi ada tanda yang khas. Jika kesemutan biasa, itu akan hilang dalam waktu yang singkat, dengan cara digoyang-goyang pun akan hilang dda tak muncul kembali. "Tetapi kalau tanpa posisi tertentu sudah kesemutan maka itu sudah neuropati," kata Manfaluthy.

Bahkan, kata dr Manfuluthy, bila kejadian kesemutan karena neuropati seringkali berulang dan intensitasnya semakin berat. Awalnya, tambah dia, durasinya singkat dari beberapa menit sampai beberapa jam terus hilang. Kemudian beberapa saat muncul lagi, itulah neuropati

"Terutama bila dirasakan pada malam hari. Kalau terasa setiap malam, oke, harus segera periksakan diri," ucap dr Manfaluthy. *** (SS)

SHARE